Alih-alih profesi lain, mengapa menjadi penulis?

Apakah menulis adalah pilihan akhir dari semua pilihan yang ada? Tentu tidak, ada banyak hal yang ingin dicapai. Namun, kini aku tahu bahwa menulis bisa menjadi jalan untuk menggapai pilihan-pilihan itu.

Semua bermula dari seorang guru yang menyambut kesukaanku pada menulis di bangku SMK. Aku bersyukur, sungguh, Allah menakdirkan seorang Pak AAJ untuk menjadi guru di SMK Muhammadiyah Purwodadi. Masih ingat betul bagaimana beliau mencekokiku dengan buku-buku, memberikan majalah-majalah di mana tulisan beliau pernah dimuat. Bahkan menjadi orang pertama yang meyakinkan aku untuk ikut lomba, di saat keterampilan menulis masih jauh sekali di dasar tanah. Berupa akar-akar yang belum meremajakan diri.

Namun, tentu uluran tangan yang pertama kali adalah yang amat berarti. Sebab tanpa semua itu, aku tak akan pernah berani bermimpi untuk menulis. Sama halnya seperti tepukan ringan di bahu seseorang, walau hanya sekadar demikian, tetapi hati yang menerimanya menjadi kuat dan kekuatan itu mencipta sebuah keajaiban.

Terima kasih, Pak.

Perjalanan menulisku belum panjang, tetapi ringkasnya begini; 2017 aku patah hati sebab tak bisa kuliah dan masalah-masalah lainnya. Lalu nekat ikut kelas menulis intensif selama satu bulan dengan biaya pendaftaran yang tak sedikit kala itu. Apakah lantas aku bisa menulis? Sayangnya tidak, dulu aku merutuk karenanya, tetapi kini aku paham bahwa proses adalah keniscayaan. Aku mengerti betul kini, bahwa menulis (gaya bahasa, terbiasa menciptakan ide-ide bagus, PUEBI, KBBI, dan lain sebagainya) adalah perjalanan intim seorang penulis yang memang harus diasah.

2017 pula, aku ditawari seorang Pimpinan Redaksi Ublik.id, untuk menjadi kontributor penulis di website mereka. Kemudian 2018 aku terpilih menjadi salah satu tim Ublik.id yang kini sudah merambah ke berbagai hal, kalian bisa lihat Instagramnya untuk tahu lebih lanjut. 2019 awal setelah menerbitkan buku kolaborasi dengan seorang sahabat, aku membuka sebuah event menulis buku bersama Halo Oys-ini nama penaku- dan menghasilkan sebuah buku. Yang kemudian dari sana terbentuk komunitas menulis, yang juga telah menghasilkan sebuah buku.

Aku pun sempat menjadi editor di sebuah penerbit indie, tetapi kini kulepas karena harus fokus ke hal-hal yang sudah kumulai. Yaitu menyelesaikan tujuh judul novel, editing dan lain sebagainya, untuk kemudian dikirim ke penerbit. Semoga tembus mayor, hehe.

Lalu apa lagi? Banyak, menulis adalah perjalanan yang luar biasa. Aku bersyukur dijatuhkan di jurang ini, karena dari menulis aku juga belajar banyak hal. Alhamdulillah. Seperti kataku di awal, menulis hanya jalan menempuh impian yang lain. Salah satunya keinginanku menjadi seorang psikolog, karena dengan menulis aku menjadi dekat dengan banyak orang. Mungkin kelak aku akan mengambil kuliah bila sudah menyelesaikan apa yang seharusnya selesai.

Sebab menulis adalah kegiatan yang paling bisa dilakukan kapan pun, bila punya keinginan yang kuat. Teman-teman yang juga ingin menjadi penulis, barangkali jalan kita akan berbeda. Namun ingatlah bahwa, semua proses adalah keniscayaan dan hasil tak pernah mengingkari usaha. Aku pun bukan tiba-tiba ada di titik ini, sungguh, tanya saja Pak AAJ bagaimana buruknya Ceris-ku dulu.

Oh iya, aku sengaja memperkenalkan diri di akhir. Hai, namaku Kiki Widayanti, alumni SMK Muhammadiyah tahun 2017. Bila kamu ingin menulis, bisa hubungi aku di @halo_oys atau kikiwidayanti40@gmail.com. Seperti Pak AAJ, aku juga ingin menciptakan kehangatan di hati seseorang untuk kemudian menjadi keajaiban di masa depan.

Media Sosial

Hubungi Kami

  • Jalan KH Ahmad Dahlan Nomor 1,
    Desa Kalongan, Kecamatan Purwodadi,
    Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah

  • (0292) 423122

  • smkmuhpwdd@gmail.com 

SMK Muhammadiyah Purwodadi © 2019