Fikiran Menembus Batas Waktu

“Man, kenapa? Ada yang kau fikirkan? Makan dulu lah sana, kasihan ayam geprekmu itu!”
“Gapapa boy, aku hanya ga habis fikir, kenapa dia tega menghinaku di depan tamuku. Aku ga bisa terima.”
“Man, Man.. udah seminggu yang lalu peristiwa itu, masih saja kau sebut-sebut sampai sekarang!”

Dialog singkat tersebut adalah cermin kekuatan pikiran. Pikiran mampu membawa emosi pemiliknya ke waktu kapanpun yang diinginkan. Dengan kekuatan tersebut, ada kebaikan yang dapat kita semaikan. Namun ada juga keburukan yang menguat karena ingatan peristiwa masa lampau, seperti si Eman dalam dialog di tersebut.

Barang siapa bersyukur, maka Allah akan tambah nikmat atasnya. Berdamai dengan peristiwa yang membuat perih hati adalah suatu kesyukuran yang amat sulit tapi mulia di sisiNya. Maka, ketimbang melanjutkan pertengkaran hati dengan peristiwa masa lalu, lebih baik kita sibuk menuju waktu saat nikmat dan kebaikan bertubi-tubi menghias kehidupan kita. Ingatlah kebaikan Allah, ingatlah kebaikan orang lain, tarik nafas, untaikan rasa cinta perlahan, Alhamdulillah…. Ingatlah saat-saat kita membuat orang lain tersenyum, ingatlah masa ketika kita bersimpuh, tangis yang pecah saat mengharap ampunan Allah. Ingatlah saat-saat kita dengan ihklas memberikan sedikit rezeqy kapada saudara yang membutuhkan. Berbahagialah.. berbahagialah.

SMK Muhammadiyah Purwodadi Grobogan 2018