Membaguskan Akhlak : Mencerahkan Masa Depan

Memilih 1 dari 200 Pelamar Kerja
“Bagaimana Bapak menyeleksi 200 pelamar kerja sedangkan yang dibutuhkan hanya seorang saja?”tanya seorang karyawan kepada Manager HRD sebuah Perusahaan. “Bagi saya, bukan terlalu sulit menyeleksinya. Saya siapkan sebuah ruangan, kemudian mereka saya minta masuk ke ruangan tersebut, misalnya dengan kalimat Anda boleh masuk ke ruangan ini. Dari cara mereka masuk ke ruangan tersebut, saya sudah tahu siapa yang harus diterima berkerja dan siapa yang harus ditolak.” Ada yang langsung masuk tanpa mengucap salam. Ada juga yang langsung masuk tanpa mengetuk pintu dan menghiraukan saya yang sedang berdiri di depan pintu. Tapi ada juga yang dengan sopan menyapa dan menjabat tangan saya dan mengucapkan terima kasih baru kemudian masuk ke dalam ruangan. Setelah masuk ke dalam ruangan, ada yang langsung duduk, ada juga yang masih berdiri sambil menunggu izin untuk duduk di kursi yang sudah saya sediakan. Begitulah attitude, sopan santun, dan akhlak mereka membuat saya mudah memutuskan 1 orang dari 200 pelamar tanpa harus bertanya.

Prakerin di AXIOO
Seorang siswa SMK harus membuat lamaran kerja untuk Praktik Kerja Industri di AXIOO. Tak hanya itu, ia harus membuat video singkat untuk memperkenalkan diri dan menyampaikan keinginannya untuk Prakerin di AXIOO. Tanpa itu, mustahil bisa diterima Prakerin di AXIOO. Hikmah apa yang bisa kita dapat dari proses pendaftaran Prakerin di AXIOO? Yap, jawabannya adalah AXIOO mengutamakan Softskill. Pertama, mereka menilai tingkat kepatuhan siswa untuk mengikuti persyaratan yang telah ditentukan. Tanpa mengirimkan surat lamaran dan video, tak mungkin mereka diterima. Kedua, AXIOO mulai melihat cara pendaftar bicara, berpakaian, gerak tangan dan sebagainya dari video yang dikirim. Mau bekerja, syaratnya adalah menjadi pribadi yang patuh.

Akhlak lebih Utama Ketimbang Kompetensi
Dunia industri memberikan prosentase 85 % untuk softskill dalam memilih calon karyawannya. Sedangkan kompetensi atau keahlian hanya diberikan prosentase 15 % saja. Artinya, mereka lebih menghargai pelamar yang baik dan santun akhlaknya. Sedangkan keahlian, menurut mereka bisa dilatih dalam durasi waktu tertentu. Teringat dengan sabda Nabi, “Istiqomahlah dan hendaknya kamu membaguskan akhlakmu” (HR. Hakim).

SMK Muhammadiyah Purwodadi Grobogan 2018