Ta’awun Bersama Muhammadiyah

21 Tahun lalu. Saya dan adik-adik terpaksa diboyong Papa untuk pindah ke Tangerang. Setelah, 3 tahun sebelumnya kami juga terpaksa diboyong Papa ke Sibolga dari Aceh.

Papa seorang pejuang, beliau bekerja apa saja demi keluarganya. Aku tak pernah melihat papa menangis ditengah susah payahnya memastikan kami bisa hidup layak. Namun satu hari, aku menengok beliau menangis ketika hampir menyerah memastikan aku anak pertamanya bisa bersekolah. Ya, aku hampir tidak bisa melanjutkan sekolah ku dijenjang SMA.

Sampai harapan itu datang. Seorang paman ku, membawa aku ke Sekolah Muhammadiyah. SMA Muhammadiyah 1 Tangerang. Di Sekolah ini, aku mendapat keringanan. Bahkan, nyaris 3 tahun aku bersekolah tidak perlu membayar, karena memperoleh beasiswa dari sekolah. Kepala Sekolah yang saat itu dijabat, Pak Dadang, memberikan beasiswa kepada murid-murid yang selalu juara kelas. Dan, Alhamdullilah aku selalu juara.🤗.

Hari ini. Muhammadiyah merayakan miladnya ke 106. Satu abad lebih persyarikatan ini bekerja untuk Islam dan Indonesia. Tema Ta’awun (tolong menolong/gotongroyong) agaknya, tepat untuk menggambarkan peran Persyarikatan yang didirikan mbah Dahlan ini. Aku adalah produk Ta’awun itu. Ketika, aku tak punya harapan lagi untuk bisa melanjutkan pendidikan SMA, Allah SWT memberikan jalan melalui keringanan tangan SMA Muhammadiyah. SMA Muhammadiyah memberikan harapan buat seorang anak yang sudah kehilangan harapan. Bagi ku, hidup seolah dimulai ketika Muhammadiyah memberikan harapan itu, karena apa arti hidup bila harapan dan cita-cita tak lagi hadir. Kehilangan harapan adalah kemiskinan yang paling tragis. Kemewahan sejati adalah ketika harapan hadir.

Maka, seringkali saya sampaikan kepada siapa pun. Termasuk istri ku. Aku tidak akan pernah menolak bila diperintahkan Persyarikatan Muhammadiyah, apa pun itu, kemana pun, dimana pun, bila untuk kepentingan Islam dan Indonesia, karena tradisi Ta’awun adalah watak utama Muhammadiyah, dan aku ingin lebih banyak anak-anak negeri yang menemukan harapan ketika harapan tersebut seolah hilang.

Selamat Milad ke 106 Muhammadiyah. Teruslah menjadi mentari harapan-harapan baru bagi Islam dan Indonesia.

Salam
Dahnil Anzar Simanjuntak
Anak Dos-Q

Artikel ini dikutip dari Facebook Bang Dahnil Anzar SImanjutak (Ketum Pemuda Muhammadiyah 2014-2018)

SMK Muhammadiyah Purwodadi Grobogan 2018