Paylater dan Layanan Keuangan Digital Tingkatkan Transaksi Bertanggung Jawab di Masyarakat

Jakarta – Perkembangan digital dalam sektor keuangan memberikan peluang baru bagi masyarakat untuk mengakses layanan yang lebih fleksibel dan inklusif. Revolusi ekonomi digital tidak hanya mengubah cara orang melakukan transaksi, tetapi juga menghadirkan tantangan dalam memastikan penggunaan layanan keuangan dengan bijak dan bertanggung jawab.
Salah satu inovasi yang semakin populer adalah layanan paylater, yang menawarkan kemudahan dalam bertransaksi. Namun, untuk memastikan masyarakat dapat memanfaatkan layanan ini secara bijak, edukasi finansial dan keberlanjutan menjadi aspek yang sangat penting.
Pernyataan ini disampaikan oleh Mira Wibowo, Direktur Utama Indodana Finance, yang baru-baru ini menerima penghargaan sebagai Indonesia Best CEO 2025 dalam acara Indonesia Business Leadership Forum. Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas kepemimpinan visioner dan kemampuan eksekusi strategi di tengah perubahan dinamis dalam industri keuangan.
“Kami berkomitmen untuk terus menghubungkan visi perusahaan dengan realisasi yang konkret, membangun budaya organisasi yang responsif, serta memastikan pertumbuhan yang sejalan dengan tata kelola risiko yang kuat demi kemajuan inklusi keuangan di Indonesia,” ungkap Mira, sebagaimana dilansir dari siaran pers pada hari Jumat, 6 Maret 2026.
Layanan paylater yang dikelola perusahaannya kini telah menjangkau lebih dari 180 kota dan kabupaten di Indonesia. Namun, fokus utama mereka tidak hanya pada peningkatan jumlah pengguna.
“Bagi kami, pertumbuhan bukan sekadar angka, tetapi lebih kepada kualitas dampak yang dihasilkan. Kami berkomitmen untuk menghubungkan inovasi teknologi dengan edukasi finansial agar setiap pengguna dapat bertransaksi secara bijak dan bertanggung jawab,” tambah Mira.
Selain memperluas jangkauan layanan, penguatan infrastruktur teknologi dan edukasi finansial menjadi prioritas utama. Pendekatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap inovasi tidak hanya memudahkan akses, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menggunakan layanan keuangan secara bertanggung jawab.
“Kami ingin layanan paylater menjadi alat pemberdayaan ekonomi yang sehat dan berkelanjutan bagi masyarakat,” tegasnya.
➡️ Baca Juga: KPK mengancam salurkan RP 163 miliar perikanan tangkap sulut
➡️ Baca Juga: Isu Perang Dunia III: Pandji Pragiwaksono Menyatakan Prabowo Mungkin Tepat!


