Menuju 10 Hari Terakhir Ramadhan: Ibadah, Penghindaran Dosa, dan Tindakan Tobat dari Buya Yahya

Bulan Ramadhan selalu menjadi waktu yang sangat berharga bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadahnya. Berbagai bentuk ibadah seperti puasa, salat tarawih, membaca Al-Qur’an, dan bersedekah menjadi aktivitas yang umum dilakukan. Namun, menurut Buya Yahya, seorang ulama terkemuka, terdapat satu aspek penting yang sering kali terabaikan oleh banyak orang saat menjalani ibadah di bulan suci ini.
Dalam sebuah ceramah yang disampaikan, Buya Yahya menekankan bahwa aktivitas ibadah selama Ramadhan tidak semata-mata untuk meraih pahala. Lebih dari itu, Ramadhan seharusnya menjadi waktu bagi umat Islam untuk membersihkan diri dari berbagai dosa dan kembali kepada Allah dengan hati yang lebih suci dan bersih.
Ia mengungkapkan bahwa banyak individu yang terlalu fokus pada perbanyakan amal baik, tetapi kurang memperhatikan usaha untuk meninggalkan kemaksiatan yang merusak spiritualitas.
“Ketika berbicara tentang puasa, kita patut bersyukur karena semua telah menjalankannya. Salat tarawih pun dilaksanakan dengan penuh semangat. Belum lagi membaca Al-Qur’an dan bersedekah yang kita lakukan, semua itu merupakan langkah untuk menjadikan kita termasuk dalam golongan yang beruntung,” ujar Buya Yahya pada Kamis, 5 Maret 2026.
Namun, ia menegaskan bahwa tujuan yang lebih mendalam dari ibadah di bulan Ramadan adalah untuk menjadi individu yang kembali kepada Allah dengan hati yang bersih dari dosa-dosa.
“Poin yang sering diabaikan adalah bagaimana kita bisa menjadi minal aidina, yaitu orang-orang yang kembali kepada Allah dengan bersih, tanpa noda dosa, dan mendapatkan ampunan dari-Nya,” tambahnya.
Buya Yahya menyerukan pentingnya melakukan muhasabah, yaitu introspeksi diri untuk mengevaluasi semua kesalahan yang telah dilakukan sebagai salah satu kunci utama dalam memperbaiki diri.
“Banyak orang yang meningkatkan ibadah dan amal baik mereka, tetapi melupakan aspek penting, yaitu meninggalkan segala bentuk kemaksiatan,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa Ramadhan seharusnya menjadi momentum yang tepat bagi setiap individu untuk menyadari dosa-dosa yang pernah dilakukan dan berusaha dengan sungguh-sungguh untuk meninggalkannya.
“Mari kita mulai saat ini, di momen ini, untuk serius dalam menyempurnakan ibadah kita di bulan Ramadhan. Bukan hanya berusaha memperbanyak amal baik, tetapi juga merenungkan kembali kesalahan-kesalahan yang telah kita lakukan,” imbaunya.
Kesadaran akan kesalahan ini menjadi sangat penting karena dari sinilah muncul penyesalan, yang merupakan inti dari proses tobat.
➡️ Baca Juga: Iran Tuduh AS-Israel Terlibat dalam Terorisme dan Pembunuhan Berencana Khamenei
➡️ Baca Juga: Suzuki Luncurkan Opsi Sewa Harian hingga Tahunan untuk Motor Listrik Terbarunya