Prabowo Luncurkan Satgas Transisi Energi dengan Bahlil sebagai Ketua Resmi

Jakarta – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto telah memberikan mandat baru kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, untuk memimpin inisiatif penting dalam sektor energi.
Bahlil ditugaskan untuk memimpin satgas transisi energi yang berfokus pada berbagai aspek, mulai dari pengembangan pembangkit listrik hingga konversi kendaraan bermotor.
Penugasan tersebut diungkapkan oleh Bahlil setelah mengadakan rapat terbatas dengan Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada hari Kamis, 5 Februari 2026.
“Bapak Presiden telah membentuk tim satgas untuk mempercepat proses transisi energi. Saya telah diberi tugas oleh Bapak Presiden untuk menjabat sebagai ketua satgas dan bertanggung jawab atas pelaksanaan dan penerjemahan langkah-langkah ini dengan cepat,” jelas Bahlil kepada para wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada hari Kamis, 5 Maret 2026.
Bahlil menjelaskan bahwa satgas transisi energi akan memulai dengan konversi pembangkit listrik tenaga diesel menjadi pembangkit listrik tenaga surya. Ia menyatakan bahwa langkah ini akan membawa dampak positif terhadap efisiensi subsidi listrik yang diberikan.
“Melalui konversi dari PLTD ke PLTS, kita akan mencapai efisiensi dalam penggunaan subsidi listrik dan sekaligus mendorong percepatan penggunaan kendaraan listrik, baik motor maupun mobil,” tuturnya.
Presiden Prabowo menargetkan agar proses transisi energi ini dapat diselesaikan dalam waktu yang relatif cepat, yakni antara tiga hingga empat tahun ke depan.
“Implementasi dari rencana ini akan segera dilaksanakan, dan kami berkomitmen untuk menyelesaikannya dalam waktu yang tidak lama. Bapak Presiden menekankan bahwa waktu maksimum untuk menyelesaikannya adalah antara tiga hingga empat tahun, dan kami berharap bisa lebih cepat dari itu,” ungkap Bahlil.
➡️ Baca Juga: Dapatkan WiFi Gratis di Taman Wijaya Kusuma
➡️ Baca Juga: Jurnalisme Empati: Pemberitaan Korban Virus Corona



