Isu Perang Dunia III: Pandji Pragiwaksono Menyatakan Prabowo Mungkin Tepat!

Pandji Pragiwaksono memberikan pandangannya terkait meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Sebagai seorang yang selalu memperhatikan dinamika politik, Pandji mengakui bahwa ramalan yang disampaikan oleh Prabowo Subianto mungkin saja akurat.
Di tengah eskalasi konflik antara AS dan Iran, muncul kekhawatiran akan potensi terjadinya perang dunia III jika pihak-pihak yang terlibat tidak segera menemukan jalan damai. Mari kita telaah lebih lanjut isu ini.
Menanggapi situasi yang berkembang, Pandji Pragiwaksono mendukung pernyataan Prabowo Subianto mengenai kemungkinan terjadinya perang besar di skala global.
“Saya tidak percaya harus mengatakannya. Namun, Prabowo bisa jadi benar!” ungkap Pandji dalam sebuah video yang diunggah di kanal BigThinkersID pada 5 Maret 2025.
Meski selama ini dikenal sebagai sosok yang vokal dalam mengkritik pemerintah, Pandji Pragiwaksono kini menyadari bahwa prediksi Presiden Indonesia tersebut mungkin memiliki dasar yang kuat, terutama dalam konteks situasi konflik di Timur Tengah.
Dalam pengakuannya, Pandji mengakui bahwa ia sempat meremehkan pernyataan Prabowo tentang kemungkinan terjadinya perang. Banyak masyarakat Indonesia yang skeptis dan mengkritik keputusan pemerintah untuk membeli berbagai alat pertahanan.
“Prabowo sudah bertahun-tahun memperingatkan bahwa akan ada perang dunia. Oleh karena itu, saat menjabat sebagai menteri, ia mengadakan pengadaan senjata dan memperbarui peralatan militer. Orang-orang sering mengatakan, ‘Apa sih ini?’ ‘Kamu hanya berpikir tentang perang karena latar belakangmu sebagai tentara’. Banyak yang mempertanyakan kenapa kita harus membeli jet tempur dan senjata baru. Saya juga termasuk dalam kelompok itu,” jelas Pandji.
Lebih jauh, Pandji Pragiwaksono juga memberikan apresiasi terhadap beberapa inisiatif yang diusung oleh Prabowo Subianto, seperti program food estate dan makan bergizi gratis (MBG).
Komika ini bahkan menunjukkan sinyal positif terhadap inisiatif tersebut, yang diyakini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Salah satu tujuan dari program food estate dan makan bergizi gratis adalah memastikan bahwa jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, seperti terputusnya hubungan dengan dunia luar, kita tetap dapat bertahan. Kita memiliki cukup makanan dan sumber daya untuk menjaga stabilitas, termasuk dalam hal pertahanan. Dengan memiliki senjata, kita bisa merasa lebih aman,” paparnya.
“Dalam konteks perang yang sedang berlangsung, ada benarnya juga apa yang disampaikan,” tambahnya.
➡️ Baca Juga: Kenali Ciri Petugas Haji RI 2025 yang Disiapkan Kemenag Layani Jemaah
➡️ Baca Juga: Prabowo Temui Ketua Parlemen Turkiye Numan Kurtulmus di Ankara




