PLN Siapkan SPKLU Setiap 22 Kilometer untuk Mendukung Penggunaan Kendaraan Listrik

Kekhawatiran mengenai jarak tempuh serta ketersediaan stasiun pengisian daya menjadi faktor utama yang dipertimbangkan oleh masyarakat ketika ingin melakukan perjalanan jauh dengan mobil listrik. Banyak pengguna masih merasa ragu karena risiko kehabisan daya di tengah perjalanan jarak jauh.
Dengan meningkatnya adopsi kendaraan listrik, permintaan akan infrastruktur pengisian daya juga ikut melonjak. Hal ini mendorong PT PLN (Persero) untuk memperluas jaringan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di berbagai area di Indonesia.
Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PLN, menegaskan komitmen perusahaan dalam mempersiapkan infrastruktur untuk mendukung perjalanan pemudik yang menggunakan kendaraan listrik. “Kami berupaya maksimal agar semua SPKLU dalam kondisi siap dan optimal untuk melayani pemudik EV tahun ini,” ujarnya dalam keterangan resmi.
PLN mencatat bahwa mereka telah menyiapkan sebanyak 4.769 unit SPKLU yang tersebar di 3.097 lokasi di seluruh tanah air. Angka ini menunjukkan peningkatan sekitar 70 persen dibandingkan tahun lalu, seiring dengan pertumbuhan pesat kendaraan listrik.
Untuk jalur mudik di Sumatra, Jawa, dan Bali, terdapat 1.681 unit SPKLU yang tersebar di 994 lokasi. Infrastruktur ini difokuskan pada jalur-jalur strategis yang menjadi rute utama bagi masyarakat saat melakukan perjalanan.
Dari total tersebut, sebanyak 284 unit SPKLU dapat ditemukan di 99 lokasi rest area sepanjang jalan tol. Sementara itu, 1.203 unit lainnya tersebar di 777 lokasi di jalur non-tol yang juga banyak dilalui oleh pemudik.
Selain meningkatkan jumlah unit SPKLU, PLN juga mengerahkan lebih dari 5.000 personel untuk memastikan bahwa operasional berjalan dengan baik. Dukungan ini bertujuan agar pengguna kendaraan listrik dapat melakukan perjalanan dengan lebih nyaman dan aman.
Sebagai langkah pencegahan tambahan, PLN memperkenalkan 15 unit SPKLU Mobile yang akan ditempatkan di berbagai titik keluar tol. Fasilitas ini dirancang untuk membantu pengguna kendaraan listrik yang membutuhkan pengisian daya secara darurat.
PLN juga memberikan dukungan digital melalui aplikasi PLN Mobile. Fitur Trip Planner memungkinkan pengguna untuk merencanakan rute perjalanan dan menemukan lokasi SPKLU yang tersedia di sepanjang jalur yang akan dilalui.
Tak hanya itu, fitur Antreev juga memudahkan pengguna untuk memantau antrean di SPKLU secara real-time. Dengan begitu, pengguna dapat memilih lokasi pengisian yang lebih efisien dan mengurangi waktu tunggu yang diperlukan.
Darmawan menambahkan bahwa ketersediaan SPKLU kini semakin merata, sehingga pengguna tidak perlu khawatir saat melakukan perjalanan jauh. “Saat ini, rata-rata jarak antar-SPKLU adalah sekitar 22 kilometer, sehingga pengguna kendaraan listrik tidak perlu cemas tentang kehabisan daya di tengah perjalanan,” tuturnya.
➡️ Baca Juga: Reformasi Hukum Islam untuk Keadilan Sosial
➡️ Baca Juga: Harga Jersey Kelme Timnas Indonesia: Mulai Rp399 Ribu hingga Rp1,5 Juta




