Doa Berkendara saat Mudik Lebaran untuk Keselamatan dan Terhindar dari Marabahaya

Menjelang Hari Raya Idul Fitri, tradisi mudik menjadi salah satu kegiatan yang sangat dinanti oleh masyarakat Indonesia. Kembali ke kampung halaman bukan hanya sekadar rutinitas tahunan, tetapi juga merupakan kesempatan untuk mempererat silaturahmi dengan keluarga tercinta setelah menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan.
Namun, perjalanan mudik yang biasanya melibatkan jarak jauh dan waktu tempuh yang lama memerlukan persiapan yang baik, baik dari segi fisik maupun mental. Selain memastikan kendaraan dalam kondisi baik dan kesehatan tubuh prima, umat Muslim juga dianjurkan untuk mempersiapkan diri secara spiritual dengan membaca doa agar perjalanan diberikan keselamatan dan kelancaran hingga tiba di tujuan.
Dalam ajaran Islam, mengucapkan doa sebelum bepergian, termasuk saat mudik, merupakan amalan yang sangat dianjurkan. Hal ini dijelaskan oleh Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar, yang mengutip riwayat dari Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan An-Nasai yang berasal dari Sayyidina Ali ra mengenai doa berkendara.
Merujuk informasi dari NU Online, berikut adalah doa yang sebaiknya dibaca saat memulai perjalanan mudik:
1. Mulailah dengan mengucapkan Bismillah.
2. Bacalah doa berikut ini:
الْحَمْدُ للهِ سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ
Alhamdulillāhilladzī/subhānalladzī sakhkhara lanā hādzā wa mā kunnā lahū muqrinīna, wa innā ilā rabbinā lamunqalibūna.
Artinya, “Segala puji bagi Allah, Maha Suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini bagi kami. Padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Sungguh, kami akan kembali kepada Tuhan kami.”
3. Ucapkan “Alhamdulillāh” sebanyak tiga kali.
4. Ucapkan “Allāhu akbar” sebanyak tiga kali.
5. Kemudian bacalah doa berikut ini:
سُبْحَانَكَ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ
Subhānaka innī zhalamtu nafsī faghfirlī fa innahū lā yaghfiruz dzunūba illā anta.
Artinya, “Maha Suci Engkau, sungguh aku menganiaya diriku, maka ampunilah aku. Sungguh, tidak ada yang mengampuni dosa selain Engkau.”
Doa-doa tersebut menjadi bagian dari usaha spiritual bagi para pemudik agar perjalanan yang dilakukan senantiasa berada dalam perlindungan Allah SWT. Dengan membaca doa, seorang Muslim tidak hanya memohon keselamatan, tetapi juga menyadari keterbatasan diri serta menyerahkan sepenuhnya perlindungan kepada Sang Pencipta.
Penjelasan mengenai doa berkendara ini dapat ditemukan dalam kitab Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi (Damaskus: Darul Mallah, 1971 M/1391 H, halaman 188). Amalan ini menjadi salah satu bentuk sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilakukan, terutama saat melakukan perjalanan jauh seperti mudik Lebaran.
➡️ Baca Juga: Gubernur Jateng Tegaskan Tidak Terlibat Bersama Bupati Pekalongan dalam OTT KPK
➡️ Baca Juga: 4 Mobil Listrik Jepang Resmi Dijual di RI untuk Anda yang Kurang Sreg dengan Merek China




