520 SPBU di Australia Kehabisan Stok BBM Akibat Gangguan Distribusi yang Berkelanjutan

Jakarta – Dampak dari konflik berkepanjangan di Timur Tengah mulai terlihat di berbagai negara yang mengandalkan impor minyak mentah. Setelah Filipina mengumumkan keadaan darurat energi, Australia juga merasakan dampak yang signifikan, dengan ratusan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) melaporkan kehabisan pasokan.
Mengacu pada laporan terbaru, Menteri Energi Australia, Chris Bowen, menyatakan bahwa sebanyak 520 SPBU di seluruh Australia telah menghentikan operasional mereka akibat kekurangan stok. Lebih dari 500 SPBU dilaporkan tidak memiliki setidaknya satu jenis bahan bakar, sementara beberapa di antaranya mengalami kehabisan total.
Di New South Wales, situasi semakin parah. Dari total sekitar 2.400 SPBU, tercatat 32 di antaranya tidak memiliki pasokan bahan bakar sama sekali, 313 SPBU mengalami kekurangan setidaknya satu jenis BBM, dan 187 SPBU dilaporkan tidak memiliki stok diesel.
Otoritas setempat menunjukkan bahwa semua SPBU yang mengalami kehabisan bahan bakar berada di daerah regional. Hal ini semakin menambah beban bagi masyarakat yang tinggal di daerah terpencil, yang saat ini menghadapi tantangan lebih besar dalam mendapatkan akses ke bahan bakar.
Pemerintah federal Australia menegaskan bahwa masalah ini bukan disebabkan oleh kelangkaan pasokan secara keseluruhan, melainkan akibat dari gangguan dalam distribusi. Seperti yang diketahui, kapal tanker yang mengangkut minyak mentah menghadapi berbagai hambatan karena penutupan Selat Hormuz oleh Iran.
Sebagai respons terhadap krisis ini, pemerintah pusat mengambil langkah cepat untuk mengatasi masalah dengan melonggarkan standar bahan bakar diesel selama enam bulan. Ini bertujuan untuk meningkatkan pasokan di pasar domestik. Di samping itu, pemerintah juga mulai melepaskan sebagian dari cadangan bahan bakar nasional untuk memastikan ketersediaan di tengah lonjakan permintaan.
Krisis energi ini mengisyaratkan bahwa Australia adalah salah satu negara yang sangat bergantung pada impor bahan bakar. Ketergantungan ini membuat Australia rentan terhadap gangguan pasokan global, terutama saat konflik di Timur Tengah masih berlangsung.
➡️ Baca Juga: Jadwal Lengkap 7 Wakil Indonesia di 16 Besar Orleans Masters 2026: Ginting dan Amri/Nita Siap Bertanding
➡️ Baca Juga: Pataka Divhumas Polri ‘Sahityadharma Narawata’




