Kronologi Lengkap Tragedi 9/11: Mengapa Peristiwa Ini Tewaskan Hampir 3.000 Orang

Hari ini, kita memperingati dua puluh lima tahun sejak terjadinya insiden serangan yang dikenal sebagai tragedi 9/11, yang berlangsung pada 11 September 2001. Peristiwa ini tidak hanya merenggut nyawa ribuan orang, tetapi juga meninggalkan dampak yang mendalam di seluruh dunia yang bertahan hingga bertahun-tahun kemudian.
Bagaimana sebenarnya insiden mengerikan ini terjadi? Mengacu pada informasi dari BBC Internasional, pada pagi hari 11 September 2001, sekelompok pembajak berhasil menguasai empat pesawat yang terbang di atas wilayah timur Amerika Serikat.
Pesawat-pesawat tersebut kemudian diarahkan untuk menabrak bangunan-bangunan penting di New York City dan Washington, D.C. Dua dari pesawat itu menargetkan menara kembar World Trade Center, dengan pesawat kedua menghantam menara lainnya hanya 17 menit setelah serangan pertama.
Dampak dari tabrakan pesawat itu menyebabkan kebakaran yang meluas dan mengakibatkan banyak orang terjebak di lantai atas. Asap tebal menyelimuti area tersebut, dan dalam waktu kurang dari dua jam, kedua menara yang memiliki 110 lantai tersebut runtuh, menciptakan awan debu yang besar.
Serangan itu tidak berhenti di situ. Pesawat ketiga menghantam sisi barat Pentagon, yang merupakan markas besar militer Amerika Serikat, tidak jauh dari ibu kota. Sementara itu, pesawat keempat jatuh di sebuah lapangan di Pennsylvania setelah penumpang berusaha melawan para pembajak, yang diyakini akan digunakan untuk menyerang Gedung Capitol.
Keberadaan insiden tersebut menyebabkan 2.977 orang kehilangan nyawa, tidak termasuk 19 pembajak yang terlibat. Sebagian besar korban berasal dari New York, di mana dari total 2.977 orang yang meninggal, 246 di antaranya adalah penumpang dan awak di keempat pesawat. Sementara itu, 2.606 orang tewas di menara kembar selama serangan dan akibat luka-luka yang dialami. Di Pentagon, 125 orang juga kehilangan nyawa.
Di antara korban tragedi ini, Christine Lee Hanson yang berusia dua tahun menjadi yang termuda, sedangkan Robert Norton, yang berusia 82 tahun, adalah yang tertua. Keduanya merupakan penumpang pesawat yang terlibat dalam serangan tersebut.
Saat pesawat pertama menabrak, diperkirakan ada sekitar 17.400 orang berada di dalam kedua menara World Trade Center. Sayangnya, tidak satu pun dari mereka yang berada di atas titik benturan di Menara Utara berhasil selamat. Namun, ada 18 orang yang berhasil melarikan diri dari lantai di atas titik tabrakan di Menara Selatan.
➡️ Baca Juga: Kondisi Rumput GBLA Memicu Pertanyaan Greg Nwokolo: Siapa yang Menyetujui Keputusan Ini?
➡️ Baca Juga: Korupsi Pengadaan Bibit Nanas oleh Pj Gubernur Sulsel Rugi Negara Rp 50 Miliar




