Mabes TNI Tegaskan UNIFIL Selidiki Sumber Proyektil Artileri dan Ranjau Penyebab Gugurnya 3 Prajurit TNI

Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI kini tengah menunggu hasil investigasi dari United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) untuk mengungkap penyebab di balik tewasnya tiga prajurit penjaga perdamaian asal Indonesia yang bertugas di Lebanon Selatan.
Komandan PMPP TNI, Mayjen TNI Iwan Bambang Setiawan, menjelaskan di Cimahi, Jawa Barat, pada Rabu, 1 April 2026, bahwa penyelidikan saat ini berfokus pada dua dugaan utama yang bisa menjadi penyebab kematian, yaitu ledakan proyektil artileri dan ranjau darat aktif yang terdeteksi di zona konflik.
Iwan menekankan bahwa hasil akhir dari investigasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab UNIFIL, yang memiliki mandat dalam misi perdamaian di Lebanon. Proses ini sangat penting untuk menentukan akuntabilitas terkait tewasnya para prajurit “peacekeeper” asal Indonesia.
“Proses investigasi masih berlangsung, dan hingga saat ini, saya belum menerima informasi terkait hasilnya,” ungkap Iwan usai melayat ke rumah salah satu korban, Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar, di Cimahi.
Meski begitu, Iwan mengungkapkan bahwa berdasarkan observasi di lapangan, insiden pertama yang merenggut nyawa prajurit diduga kuat disebabkan oleh proyektil artileri. Namun, belum ada kepastian mengenai pihak mana yang meluncurkan proyektil tersebut di tengah meningkatnya ketegangan di perbatasan Lebanon-Israel.
“Kita belum bisa memastikan apakah proyektil tersebut berasal dari pihak Israel atau Hizbullah,” jelas Iwan.
Sedangkan untuk insiden kedua, Iwan menerima laporan bahwa kejadian tragis ini diduga disebabkan oleh senjata statis yang berada di bawah tanah. Saat tim melakukan evakuasi, mereka menemukan keberadaan ranjau darat yang masih aktif.
Iwan menjelaskan bahwa ada kemungkinan besar prajurit tersebut menginjak ranjau saat menjalankan tugas di wilayah sensitif yang ada di Lebanon Selatan.
Namun, seperti insiden pertama, asal-usul ranjau yang meledak masih menjadi teka-teki yang harus dipecahkan melalui proses forensik militer internasional. “Belum ada kepastian apakah ranjau yang meledak di Lebanon Selatan ini ditanam oleh Hizbullah atau militer Israel,” imbuhnya.
Iwan juga mengungkapkan bahwa selama menunggu hasil penyelidikan resmi, TNI terus berkoordinasi dengan pemerintah Lebanon untuk menyelesaikan administrasi terkait pemulangan jenazah para pahlawan perdamaian tersebut ke Tanah Air.
➡️ Baca Juga: Gempa di Bogor, Belum Ada Laporan Bangunan Rusak
➡️ Baca Juga: Penemuan Obat Tradisional di Papua, Meningkatkan Kesehatan




