7 Fakta Menarik Film The Doll Ghawiah: Debut Horor Laura Moane dengan Teknologi Animatronik

Film horor yang dinanti-nanti, The Doll Ghawiah, menyimpan berbagai keunikan yang membuatnya layak untuk diperhatikan. Sebagai bagian terbaru dari franchise The Doll, film yang diproduksi oleh Hitmaker Studios ini tidak hanya mengajak penonton untuk menggali asal-usul teror boneka Ghawiah, tetapi juga menandai debut Laura Moane di dunia film horor. Selain itu, film ini mencatatkan prestasi dengan penayangan di seluruh bioskop IMAX di Indonesia, yang tentunya menambah daya tarik bagi para penggemar genre ini.
Disutradarai oleh Guntur Soeharjanto, film ini direncanakan tayang pada 29 Oktober 2026. Dalam konferensi pers yang berlangsung baru-baru ini, terungkap sejumlah fakta menarik mengenai The Doll Ghawiah yang patut untuk dicermati.
The Doll Ghawiah berfungsi sebagai prekuel yang mengungkapkan sejarah di balik kutukan dalam semesta The Doll. Cerita ini berlatar belakang pada tahun 1988, ketika keluarga Arya (Darius Sinathrya) dan Evi (Titi Kamal) pindah bersama anak-anak mereka, Gita (Aisyah Aqilah) dan Nala (Laura Moane), ke kawasan Babakan Siliwangi, Bandung. Dalam perjalanan mereka, keluarga ini mencari bantuan Laras (Sara Wijayanto), yang dikenal sebagai seorang praktisi mistis.
Keputusan untuk pindah diambil setelah keluarga tersebut mengalami kebangkrutan. Namun, harapan untuk memulai kehidupan baru seketika berubah menjadi mimpi buruk ketika Nala menerima boneka misterius bernama Ghawiah dari seorang anak yang ditemui di tengah hutan.
Boneka tersebut menjadi pemicu rangkaian peristiwa menakutkan yang mengancam keselamatan keluarga mereka. Cerita ini juga membawa penonton untuk menyelami tragedi yang melingkupi sosok Uci, yang diperankan oleh Fara Shakila, menambah lapisan emosional pada kisah yang menegangkan ini.
Film ini juga menandai pengalaman pertama bagi Laura Moane dalam membintangi sebuah film horor. Sebelum terlibat dalam The Doll Ghawiah, Laura mengaku bahwa ia bukanlah penggemar film horor karena merasa mudah ketakutan.
Untuk mempersiapkan perannya sebagai Nala, Laura harus menonton beberapa film horor sebagai referensi. Di samping menghadapi atmosfer menyeramkan, ia juga menjajal pengalaman baru dengan melakukan adegan laga dan penggunaan sling, yang menjadi tantangan tersendiri baginya.
“Aku baru pertama kali bermain di film horor. Sebelumnya, aku belum pernah menonton film horor karena merasa takut,” ujarnya dalam konferensi pers yang digelar pada Minggu, 18 Oktober 2026.
Laura juga terlibat dalam mempelajari keterampilan menjahit dengan mesin jahit model lama untuk mendukung penampilannya di film. Pengalaman ini menjadi tantangan baru yang ia hadapi selama proses persiapan film, menambah kompleksitas dalam perannya sebagai Nala.
The Doll Ghawiah tidak hanya menjanjikan ketegangan dan kengerian, tetapi juga mengedepankan elemen cerita yang mendalam. Dengan kombinasi antara plot yang menarik, karakter yang kuat, dan penggunaan teknologi animatronik, film ini diharapkan mampu memberikan pengalaman menonton yang berbeda bagi para penontonnya.
Sebagai penutup, film ini menjadi salah satu film yang sangat dinantikan dalam industri perfilman Indonesia, terutama bagi para penggemar genre horor. Dengan berbagai keunikan dan pendekatan baru yang diusung, The Doll Ghawiah berpotensi untuk menjadi salah satu film horor terbaik di tahun 2026.
➡️ Baca Juga: Gavin Newsom Soroti Isu Perang Iran dan Tantangan yang Dihadapi Netanyahu
➡️ Baca Juga: Prabowo Ungkap Dugaan Permainan di BUMN, Pengadilan Ad Hoc Jadi Solusi Usut Direksi




