Basarnas Kerahkan Kapal Baru dan 18 Personel untuk Pencarian 5 Wartawan Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jakarta – Operasi pencarian terhadap delapan individu yang hilang setelah Speedboat Arupadatu I kehilangan kontak di Selat Sunda semakin diperkuat. Kantor SAR Jakarta telah menambahkan satu kapal untuk meningkatkan upaya pencarian yang kini memasuki hari keempat.
Kapal Negara Pencarian dan Pertolongan (KN SAR) 234 Antasena berangkat dari Dermaga Basarnas Pantai Mutiara, Jakarta, menuju lokasi operasi pada hari Jumat, 11 September 2026.
Kapal ini membawa 18 personel, yang terdiri dari anak buah kapal (ABK) dan tim penyelamat. KN SAR 234 Antasena direncanakan tiba di Dermaga Indah Kiat, Cilegon, sekitar pukul 19.36 WIB sebelum bergabung dalam operasi pencarian sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Peningkatan kekuatan ini dilakukan untuk memperkuat kemampuan Tim SAR Gabungan dalam mencari delapan orang yang hingga kini masih belum ditemukan.
“Kami mengerahkan KN SAR 234 Antasena beserta 18 orang ABK dan personel rescue untuk mendukung operasi pencarian dan pertolongan yang tengah berlangsung. Penambahan unsur ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pencarian agar berjalan lebih optimal sesuai dengan perkembangan di lapangan,” ungkap Desiana Kartika Bahari, Kepala Kantor SAR Jakarta.
Speedboat Arupadatu I dilaporkan hilang kontak pada Senin, 7 September 2026. Kapal tersebut sedang dalam perjalanan untuk meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.
Di dalam speedboat tersebut terdapat total delapan orang, yang terdiri dari lima jurnalis dan tiga ABK. KN SAR 234 Antasena diberangkatkan sekitar pukul 15.00 WIB dari Jakarta.
Setelah tiba di Cilegon, kapal tersebut akan memberikan dukungan kepada operasi SAR yang masih berjalan. Desiana menegaskan bahwa keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama selama proses pencarian berlangsung.
Seluruh unsur yang terlibat diharapkan dapat menyesuaikan pelaksanaan operasi dengan situasi dan perkembangan di lapangan. Sebelumnya, operasi pencarian telah diperluas melalui jalur laut dan udara dengan melibatkan berbagai kapal, perahu cepat, helikopter, hingga drone thermal di area sekitar Gunung Anak Krakatau dan Selat Sunda.
Adapun delapan orang yang masih hilang terdiri dari tiga kru speedboat dan lima jurnalis. Mereka adalah Warta (55), kapten kapal; Surakman (60), ABK; dan Heriyanto (49), pemandu. Sementara itu, lima jurnalis yang masih dalam pencarian adalah M. Bagus Khoirunnas (28) dari Antara; Ari Basuki (52) dari Merdeka; Yudhis dari iNews; Daus (42) dari Anadolu; dan Donal, seorang freelance.
➡️ Baca Juga: Pilihan Motor Listrik Baru di Indonesia yang Bisa Dibeli dengan Budget Rp20 Juta
➡️ Baca Juga: Oki Setiana Dewi Berhasil Selamatkan Mahasiswa yang Nyaris Akhiri Hidup di Mesir




