pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

depo 10k depo 10k
bisnis

Petrokimia Gresik Tingkatkan Pasokan Bahan Baku Pupuk dari Freeport Indonesia

Jakarta – PT Petrokimia Gresik (Persero), yang merupakan salah satu anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero), telah mengambil langkah strategis untuk menjalin kemitraan dengan MIND ID dan PT Freeport Indonesia (PTFI). Tujuan utama dari kolaborasi ini adalah untuk memperkuat pasokan bahan baku pupuk, yang sangat penting untuk menjaga kelangsungan produksi serta mendukung ketahanan pangan di tanah air.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menjelaskan bahwa kerja sama ini akan terealisasi melalui peningkatan pasokan asam sulfat yang berasal dari Smelter Manyar milik PTFI.

Saat ini, Petrokimia Gresik telah menjalin kerjasama dengan PTFI terkait penyediaan dan penyerapan asam sulfat dari PTFI Smelting yang berlaku untuk periode 2026 hingga 2028.

Dengan beroperasinya Smelter Manyar dari PTFI, Daconi menegaskan bahwa kedua perusahaan akan terus berupaya memperkuat rencana kerja sama ini, termasuk penambahan pasokan bahan baku yang esensial tersebut.

“Asam sulfat adalah salah satu komponen utama dalam produksi pupuk kami, selain gas alam. Oleh karena itu, kepastian dan keandalan pasokan bahan ini sangat krusial agar kami dapat menjaga kelangsungan produksi pupuk,” ungkap Daconi dalam pernyataannya pada 10 September 2026.

Inisiatif untuk meningkatkan sinergi ini juga mendapatkan dukungan dari MIND ID, yang akan berperan dalam memfasilitasi koordinasi tindak lanjut antara PTFI dan Petrokimia Gresik. Dukungan ini merupakan bagian dari usaha untuk memperkuat sinergi antar-BUMN, mengoptimalkan pemanfaatan produk hilirisasi mineral, serta memastikan keberlanjutan industri pupuk di Indonesia.

“Pasokan tambahan dari sumber dalam negeri akan semakin meningkatkan keandalan dalam produksi pupuk nasional, terutama untuk memenuhi target pemerintah dalam penyediaan pupuk,” tambahnya.

Asam sulfat memiliki peran penting dalam proses produksi sejumlah produk pupuk yang dihasilkan oleh Petrokimia Gresik, termasuk NPK, SP-36, dan ZA. Dengan demikian, kepastian pasokan bahan baku ini menjadi kunci dalam menjaga kelancaran operasional serta kontinuitas produksi pupuk yang mendukung produktivitas pertanian dan ketahanan pangan nasional.

Dari hasil diskusi dalam pertemuan tersebut, Petrokimia Gresik dan PTFI sepakat untuk melanjutkan dan merencanakan penambahan pasokan asam sulfat dari Smelter Manyar secara bertahap.

Selain penambahan pasokan dari Smelter Manyar, kedua perusahaan juga membahas kelangsungan pasokan asam sulfat dari PTFI Smelting. Penguatan sumber pasokan dari dalam negeri ini diharapkan dapat lebih meningkatkan ketahanan rantai pasok bahan baku di Petrokimia Gresik.

    ➡️ Baca Juga: Mengatur Folder Komputer Secara Efisien untuk Mempercepat Pencarian Data Anda

    ➡️ Baca Juga: Kondisi Terbaru Striker Persib Sergio Castel Setelah Dilarikan ke Rumah Sakit Mengguncang Publik

    Related Articles

    Back to top button