www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

ojs.unsiq.ac.id

ojs.unsiq.ac.id

ojs.unsiq.ac.id

ojs.unsiq.ac.id

depo 10k depo 10k
lifestyle

Masker N95 Efektif Melindungi dari Abu Vulkanik Menurut Perhimpunan Dokter Paru

Erupsi gunung berapi tidak hanya menyebabkan gangguan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga membawa dampak serius bagi kesehatan, terutama pada sistem pernapasan. Partikel abu vulkanik yang berukuran sangat halus dapat terhirup dan masuk ke dalam saluran pernapasan, berpotensi menimbulkan masalah kesehatan.

Dalam situasi di mana abu vulkanik menyebar, penggunaan masker menjadi langkah perlindungan yang sangat krusial. Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) memberikan penjelasan mengenai jenis-jenis masker yang dapat memberikan perlindungan yang lebih efektif.

Ketua Pokja Rokok serta anggota Pokja Paru Kerja dan Lingkungan PDPI, DR. dr. Feni Fitriani Taufik, Sp.P(K), menyatakan bahwa mengenakan masker dalam kondisi apapun jauh lebih baik dibandingkan dengan tidak menggunakan masker sama sekali.

“Menggunakan masker dari jenis manapun pastinya memberikan perlindungan yang lebih baik dibandingkan dengan tidak mengenakan masker sama sekali,” ungkap Feni di Jakarta pada hari Senin, 7 September 2026.

Namun, saat membahas mengenai tingkat perlindungan, masker N95 dianggap memberikan perlindungan yang paling optimal. Masker ini dirancang untuk mengurangi celah antara masker dan wajah, sehingga meminimalkan potensi kebocoran dari sisi-sisi masker.

Feni menekankan bahwa efektivitas perlindungan akan semakin meningkat jika masker digunakan sesuai dengan petunjuk pemakaian yang benar.

Meski demikian, masker N95 tidak selalu nyaman untuk semua orang. Penggunaan dalam waktu lama dapat memberikan sensasi tertekan atau seperti terhalang.

Oleh karena itu, Feni mengingatkan agar masyarakat tidak memaksakan diri menggunakan jenis masker tertentu jika masker tersebut mengganggu kenyamanan. Yang terpenting adalah tetap mengenakan masker saat terpapar abu vulkanik.

“Setiap jenis masker memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, jadi pilihlah masker yang sesuai dengan kebutuhan. Menggunakan masker dari jenis apapun tetap lebih melindungi dibandingkan tidak menggunakan masker sama sekali,” tambah Feni.

Bukan Makanan atau Minuman yang Menjadi Pelindung Utama

Feni juga menegaskan bahwa tidak ada makanan atau minuman tertentu yang dapat melindungi paru-paru dari paparan abu vulkanik.

Menurutnya, tidak ada makanan atau minuman spesifik yang dapat secara langsung memberikan perlindungan terhadap paru-paru dari dampak abu vulkanik.

Sebaliknya, masyarakat dianjurkan untuk menjaga kesehatan tubuh dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, cukup beristirahat, mengonsumsi makanan bergizi, serta memperbanyak asupan air putih.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan masyarakat dapat melindungi diri dari potensi dampak buruk yang ditimbulkan oleh abu vulkanik.

    ➡️ Baca Juga: Motif Pembunuhan Cucu Mpok Nori oleh Suaminya yang Berasal dari Iran Terungkap

    ➡️ Baca Juga: Harga Jersey Kelme Timnas Indonesia: Mulai Rp399 Ribu hingga Rp1,5 Juta

    Related Articles

    Back to top button