Slot PGSoft memperkenalkan variasi tema dalam koleksi game modern

Perkembangan teknologi mahjong ways membentuk komunitas kreatif

Super scatter menampilkan elemen grafis berwarna dengan gaya yang dinamis

Gates of Olympus sajikan bagi-bagi bonus fortune golden festival dengan sensasi berkelas

Slot online dengan fitur sticky wild dan keunggulannya

Evolusi teknologi global mahjong ways membantu memahami studi dinamika transformasi big data

depo 10k depo 10k
bola

Profil Navarone Chesney Kai Foor: Mantan Timnas Belanda yang Kini Bergabung dengan PSM Makassar

PSM Makassar baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka berhasil merekrut Navarone Chesney Kai Foor, mantan pemain Timnas Belanda. Gelandang berusia 34 tahun ini diharapkan menjadi salah satu pilar penting dalam skema pelatih Darije Kalezic untuk musim 2026/2027.

Navarone Chesney Kai Foor dilahirkan di Opheusden, Gelderland, Belanda, pada 4 Februari 1992. Ia memulai karier sepak bolanya di akademi lokal Opheusden sebelum melanjutkan ke NEC Nijmegen, di mana ia menerima pelatihan yang lebih intensif.

Karier profesionalnya dimulai di NEC Nijmegen, di mana ia menunjukkan bakatnya sebelum bergabung dengan Vitesse Arnhem. Setelah beberapa waktu di Belanda, ia memilih untuk menjelajahi kesempatan bermain di luar negeri.

Sepanjang perjalanan kariernya, ia telah bermain untuk beberapa klub internasional, termasuk Ittihad Kalba di Uni Emirat Arab, Pafos FC, dan Karmiotissa di Siprus, serta Riga FC di Latvia dan Bandirmaspor di Turki.

Pada musim 2025/2026, Navarone kembali ke kompetisi Belanda dengan bergabung bersama VVV-Venlo yang berkompetisi di divisi dua.

Penampilannya di VVV-Venlo cukup menjanjikan. Ia berhasil tampil dalam 36 pertandingan di semua kompetisi, dengan kontribusi yang cukup berarti, yakni dua gol dan tujuh assist. Selain itu, Foor juga memiliki pengalaman bermain untuk Timnas Belanda di level usia muda.

Navarone pernah memperkuat tim nasional Belanda di berbagai level, mulai dari U-19, U-20, hingga U-21. Namun, kesempatan untuk bermain di tim senior Belanda belum pernah ia dapatkan.

Menariknya, ketika tidak mendapatkan panggilan dari Timnas Belanda senior, Navarone pernah menyatakan keinginannya untuk dinaturalisasi agar bisa membela Timnas Indonesia sejak tahun 2019.

Ia menunjukkan minat dan keterbukaan untuk memperkuat Timnas Indonesia. Pemain yang memiliki darah Toraja dan Maluku ini bahkan sempat berkomunikasi dengan pelatih Timnas Indonesia saat itu, Simon McMenemy, namun proses naturalisasinya tidak terwujud.

Tidak hanya sekali, pada tahun 2024 saat Timnas Indonesia dilatih oleh Shin Tae-yong, Navarone kembali berharap bisa segera dinaturalisasi. Jika keinginannya terwujud, pemain berpengalaman ini siap memberikan kontribusi terbaik untuk kejayaan tim nasional.

“Jika itu terjadi, saya tentunya akan memberikan seribu persen untuk Timnas Indonesia,” ungkap Navarone dalam sebuah wawancara melalui saluran YouTube.

Menurutnya, ia merasa layak mendapatkan kesempatan tersebut karena memiliki semua syarat yang diinginkan oleh Shin Tae-yong. “Saya memiliki banyak pengalaman yang tentunya bisa membantu pemain di sana,” ujarnya dengan penuh keyakinan.

    ➡️ Baca Juga: Laptop Pelajar dengan Fitur Perlindungan Mata dari Cahaya Biru yang Efektif dan Terjangkau

    ➡️ Baca Juga: Berita Olahraga Terbaru Mengulas Rekor Baru Yang Tercipta Musim Ini

    Related Articles

    Back to top button