Super scatter mengusung konsep grafis dinamis dengan tampilan modern

PGSoft berikan bagi-bagi bonus cosmic lightning parade dengan sensasi baru

Super scatter bagikan hadiah kemerdekaan scatter prosper adventure dengan peluang menarik

Transformasi teknologi global mahjong ways membantu memahami studi evolusi big data berbasis ai

Starlight princess menggabungkan unsur bintang dan fantasi

Starlight princess dan perjalanan popularitasnya di komunitas mbg

PGSoft berikan bagi-bagi bonus eternal lightning parade dengan sensasi baru

Ulasan slot online playtech dengan variasi pola dan server teruji

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus zeus star adventure dengan hadiah berlimpah

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden glory adventure dengan hadiah berlimpah

Super scatter hadirkan bagi-bagi kejutan lucky jewel path dengan hadiah melimpah

Super scatter mengusung tampilan cerah dengan konsep grafis yang dinamis

Starlight princess menyuguhkan pemandangan galaksi dengan gaya fantasi

Ulasan teknis mengapa game grid sangat populer

PGSoft berikan bagi-bagi bonus ruby lightning parade dengan sensasi baru

Wild Bounty hadirkan bagi-bagi kejutan lucky glory parade dengan kejutan istimewa

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden star adventure dengan hadiah berlimpah

Wild Bandito dan pengalaman bermain yang dibagikan komunitas mbg

depo 10k depo 10k
berita

Pelaku Pemerasan Sahroni Mengaku Sebagai Kabiro Penindakan KPK

Jakarta – Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, mengungkapkan bahwa ia menjadi korban pemerasan oleh seseorang yang mengaku sebagai Kabiro Penindakan KPK. Pelaku tersebut meminta uang sebesar Rp300 juta dengan dalih mengatasnamakan pimpinan lembaga antikorupsi tersebut.

“Memang benar saya mengalami pemerasan dari seseorang yang menyebut dirinya sebagai Kabiro Penindakan KPK, yang meminta uang Rp300 juta dengan menyebut nama pimpinan KPK,” ungkap Sahroni pada Jumat, 10 April 2026.

Menghadapi permintaan uang tersebut, Sahroni tidak tinggal diam. Ia segera melakukan konfirmasi kepada pihak KPK untuk memastikan kebenaran informasi yang diterimanya.

“Saya melakukan konfirmasi kepada KPK dan hasilnya menyatakan bahwa hal tersebut tidak benar. Oleh karena itu, KPK kemudian berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya, dan saya pun membuat laporan resmi,” jelasnya.

“Saya bekerja sama dengan pihak KPK dan Polda Metro Jaya, dan pada akhirnya, penangkapan terhadap orang yang mengaku sebagai pimpinan KPK terjadi pada malam hari itu,” tambah Sahroni.

Kronologi dari pemerasan yang dialami Sahroni pun menarik untuk dicermati.

Sebelumnya, Sahroni mengungkapkan bahwa kasus pemerasan ini bermula ketika seorang wanita mendatangi kantor DPR dan meminta untuk bertemu dengannya.

Dalam pertemuan itu, wanita tersebut memperkenalkan diri sebagai utusan dari pimpinan KPK. Ia pun meminta uang sebesar Rp300 juta dari Sahroni untuk dukungan terhadap pimpinan KPK.

“Jadi, ceritanya ada seorang wanita datang ke DPR dan meminta untuk bertemu saya. Setelah kami bertemu, ia mengaku sebagai utusan dari pimpinan KPK dan meminta uang sebesar Rp300 juta untuk dukungan pimpinan KPK,” ungkap Sahroni.

Setelah mendengar permintaan tersebut, Sahroni segera melakukan pengecekan kepada KPK untuk memastikan apakah wanita tersebut benar-benar utusan resmi.

“Saya langsung mengecek kepada KPK mengenai keberadaan utusan tersebut, dan KPK menyatakan bahwa mereka tidak mengenal orang tersebut,” tambahnya.

Setelah memastikan bahwa tidak ada utusan resmi dari KPK, Sahroni segera berkoordinasi dengan lembaga antirasuah dan kepolisian untuk menindaklanjuti situasi tersebut dengan menangkap wanita itu.

“KPK kemudian berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya, dan setelah itu, saya melaporkan kasus ini ke Polda Metro Jaya. Saya bekerja sama dengan kepolisian dan KPK untuk menangkap orang tersebut dengan memberikan uang yang diminta di rumahnya,” jelas Sahroni.

    ➡️ Baca Juga: Gempa 7,6 Magnitudo Guncang Tonga dan Memicu Peringatan Tsunami Segera

    ➡️ Baca Juga: Beasiswa Pendidikan Vokasi 2025: Peluang untuk Mahasiswa D3

    Related Articles

    Back to top button