63,1 Persen Publik Percaya Pemerintahan Prabowo-Gibran, Tertinggi di NTB, NTT, dan Bali

Jakarta – Survei yang dilakukan oleh Voxpol Center Research and Consulting menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka mencapai angka 63,1 persen.
Direktur Eksekutif Voxpol Center, Pangi Syarwi, menjelaskan bahwa tingkat kepercayaan ini tergolong kuat, dengan 63,1 persen responden menunjukkan keyakinan terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran, sementara 35,7 persen lainnya mengungkapkan ketidakpercayaan.
Pangi menilai angka kepercayaan yang mencapai 63,1 persen ini mencerminkan harapan yang tinggi dari masyarakat terhadap kepemimpinan nasional saat ini.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pencapaian ini merupakan fondasi yang penting bagi pemerintah untuk meningkatkan kinerja, mewujudkan program-program prioritas, serta menjaga kepercayaan publik secara berkelanjutan.
Ia juga menyampaikan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran cukup solid dan tersebar di berbagai segmen, mulai dari wilayah, usia, hingga tingkat pendidikan dan pendapatan.
Tingkat kepercayaan tertinggi ditemukan di wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain itu, dukungan politik dari pemilih partai Gerindra menjadi basis kepercayaan yang paling kuat.
Sebagian besar masyarakat percaya bahwa pemerintahan Prabowo-Gibran mampu menjalankan tugasnya dengan baik, di mana keyakinan tertinggi terpantau di Bali, NTB, dan NTT sebesar 88,40 persen. Diikuti oleh Sulawesi dengan 75,60 persen, dan Maluku-Papua dengan 71,30 persen. Ini menunjukkan bahwa kepercayaan publik tetap terjaga di sebagian besar wilayah lainnya.
Pangi juga menyoroti bahwa modal kepercayaan yang ada saat ini merupakan peluang strategis bagi pemerintah untuk memperkuat legitimasi, menjaga konsistensi dalam kinerja, serta memperluas dukungan dengan cara meratakan manfaat dari berbagai kebijakan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Survei yang dilakukan oleh Voxpol Center ini berlangsung antara 3 hingga 12 Oktober 2026 dengan melibatkan 1.200 responden. Wawancara dilakukan secara tatap muka oleh enumerator yang terlatih dan menggunakan aplikasi berbasis Android yang disebut i-voxpol.
Metode survei ini menggunakan teknik multistage random sampling untuk memastikan representasi populasi, dengan margin of error sebesar 2,83 persen dan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.
➡️ Baca Juga: 233 Kasus DBD berisiko di Tangsel Sejak 2025
➡️ Baca Juga: Truk ODOL Dapat Menyebabkan Kemacetan, Pelabuhan Ketapang Diminta Mencegah Ulang Kejadian Ini



