Iran Peringatkan Ancaman Perang Dunia III, Ketegangan Timur Tengah Semakin Meningkat

Anggota parlemen Iran, Kamran Ghazanfari, menyatakan bahwa konflik antara Iran dan Amerika Serikat, serta ketegangan yang meluas di wilayah Timur Tengah, telah mendekatkan kawasan tersebut pada potensi terjadinya Perang Dunia III. Pendapat ini mencerminkan pandangan sejumlah politisi Iran yang lebih radikal, termasuk elit dari Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), yang menganggap bahwa konflik saat ini dapat berkembang menjadi perang yang lebih luas, baik di tingkat regional maupun global.
Pernyataan Ghazanfari, yang dilaporkan oleh media internasional, menarik perhatian global karena mencerminkan keyakinan sebagian kalangan di Iran bahwa ketegangan yang ada bisa memicu eskalasi yang signifikan. Konflik ini dilihat sebagai ancaman yang tidak hanya akan mempengaruhi negara-negara di Timur Tengah, tetapi juga dapat melibatkan kekuatan-kekuatan besar lainnya di dunia.
Menurut laporan dari Jerusalem Post, Iran selama ini menjalin aliansi strategis dengan Rusia dan China, dengan harapan untuk mengimbangi dominasi Amerika Serikat di panggung dunia. Iran selalu menggambarkan Revolusi Islam sebagai perubahan penting yang tidak hanya akan mempengaruhi kawasan, tetapi juga berpotensi mengubah tatanan global yang ada.
Pandangan ini berasal dari keyakinan kelompok Islamis di Iran yang merasa bahwa mereka menawarkan alternatif selama Perang Dingin, berbeda dari dua kekuatan besar, yakni Amerika Serikat dan Uni Soviet. Namun, perspektif ini mulai mengalami perubahan pada dekade 1990-an, ketika Uni Soviet mengalami keruntuhan yang signifikan.
Walaupun Iran kadang-kadang mempertimbangkan untuk melakukan rekonsiliasi dengan Amerika Serikat, negara ini tetap berupaya untuk memposisikan diri di antara negara-negara yang mendukung pembentukan tatanan dunia yang baru. Salah satu tujuan utama Iran adalah untuk melemahkan pengaruh Amerika Serikat dan mengurangi dominasi negara tersebut di Timur Tengah.
Dalam laporan terbaru, Ghazanfari, yang mewakili Teheran, mengungkapkan bahwa kawasan ini hampir berada di ambang Perang Dunia III. Ia mengaitkan meningkatnya ketegangan akibat konflik Rusia-Ukraina dan ketegangan antara kekuatan besar sebagai faktor yang bisa memicu terjadinya perang yang lebih luas.
Pernyataan ini disampaikan Ghazanfari dalam sebuah wawancara dengan Iranian Labour News Agency (ILNA), di mana ia mengemukakan pandangannya mengenai situasi global saat ini.
Ghazanfari menggarisbawahi bahwa dukungan NATO terhadap Ukraina dalam konflik dengan Rusia, serta ketegangan yang meningkat antara Moskow dan negara-negara seperti Inggris dan Jerman, dapat memperbesar kemungkinan terjadinya konflik yang lebih luas di Eropa. Ia juga menyoroti perselisihan antara Amerika Serikat dan China terkait Taiwan sebagai salah satu titik potensi konflik yang dapat menjalar ke seluruh dunia.
➡️ Baca Juga: Menuju 10 Hari Terakhir Ramadhan: Ibadah, Penghindaran Dosa, dan Tindakan Tobat dari Buya Yahya
➡️ Baca Juga: Silmy Karim Ajukan Gugatan Praperadilan, KPK Siap Menghadapi Tantangan Hukum



