Prabowo Tingkatkan Digitalisasi Sekolah untuk Modernisasi Ruang Kelas di Indonesia

Presiden Prabowo Subianto telah memperluas inisiatif digitalisasi pendidikan dengan rencana untuk menambah tiga Papan Interaktif Digital (PID) di setiap sekolah di seluruh Indonesia. Kebijakan ini merupakan kelanjutan dari program sebelumnya yang telah mendistribusikan satu unit PID ke masing-masing sekolah.
Jika rencana ini berhasil dilaksanakan, setiap sekolah akan memiliki empat ruang kelas yang dilengkapi dengan perangkat pembelajaran digital. Pemerintah menargetkan agar tiga perangkat tambahan tersebut dapat diakses sebelum akhir Desember 2026.
Pernyataan ini disampaikan oleh Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR serta Sidang Bersama DPR dan DPD RI yang berlangsung di Senayan, Jakarta pada hari Jumat, 14 Agustus 2026.
“Tahun lalu, kita berhasil mendistribusikan satu layar di setiap sekolah. Pada tanggal 31 Desember 2026, kita akan menambah tiga layar di setiap sekolah,” ungkap Prabowo, seperti yang dilaporkan pada hari yang sama.
Masing-masing sekolah ditargetkan untuk memiliki empat ruang kelas yang dilengkapi dengan fasilitas digital.
Prabowo menjelaskan bahwa pemerintah sebelumnya telah melakukan distribusi satu layar interaktif untuk setiap sekolah.
Program ini kini diperluas dengan penambahan tiga perangkat tambahan. Dengan demikian, jika distribusi berjalan sesuai rencana, setiap sekolah akan memiliki empat ruang kelas yang dapat memanfaatkan PID dalam mendukung proses pembelajaran.
Perluasan ini diharapkan dapat memperluas penggunaan teknologi, sehingga tidak hanya terfokus pada satu ruang kelas saja.
Digitalisasi ini juga memberikan akses yang lebih luas bagi guru untuk mendapatkan materi ajar.
Menurut Prabowo, digitalisasi pendidikan bukan hanya tentang penyediaan perangkat keras di sekolah.
PID akan digunakan untuk memperluas akses guru dan siswa ke berbagai kurikulum serta konten pembelajaran yang tersedia. Materi yang disediakan tidak hanya terbatas pada sumber dalam negeri, tetapi juga mencakup referensi pendidikan dari luar negeri.
“Guru-guru kita di mana pun memiliki akses kepada kurikulum dan konten di hampir semua bidang yang ada dalam kurikulum pendidikan di Indonesia dan di luar negeri. Mereka dapat mengulang materi pelajaran,” ujarnya.
Dengan akses ini, diharapkan para guru dari berbagai daerah dapat memiliki lebih banyak referensi saat menyampaikan pelajaran.
Teknologi juga memungkinkan beberapa materi untuk ditampilkan kembali jika siswa memerlukan penjelasan tambahan.
Salah satu keunggulan dari pembelajaran digital yang ditekankan oleh pemerintah adalah fleksibilitas yang ditawarkannya.
Siswa tidak perlu langsung menguasai materi dalam satu sesi pembelajaran. Mereka dapat mempelajari kembali materi tersebut beberapa kali, sehingga memiliki kesempatan untuk memperkuat pemahaman terhadap topik yang dianggap sulit.
➡️ Baca Juga: Timnas Indonesia di Asian Games 2026 Terancam, KOI Ajak PSSI Perkuat Kerja Sama dengan Negara Lain
➡️ Baca Juga: Evaluasi Berkala Wajib Dilakukan untuk Kepatuhan Lingkungan Perusahaan, Kata Menteri LH Hanif Faisol




