Muktamar ke-35 PBNU: Menentukan Arah dan Strategi Masa Depan Nahdlatul Ulama

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf, yang akrab disapa Gus Yahya, mengungkapkan bahwa Muktamar ke-35 NU akan lebih memusatkan perhatian pada pembahasan program organisasi dan penyegaran kepemimpinan untuk lima tahun ke depan, dibandingkan dengan agenda lainnya.
Gus Yahya menekankan bahwa fokus utama dalam Muktamar ke-35 adalah mendiskusikan rencana program lima tahun ke depan serta kepemimpinan yang akan menentukan arah Nahdlatul Ulama setelah berakhirnya masa kepemimpinan saat ini.
“Dalam forum ini, kita akan membahas berbagai program yang direncanakan untuk lima tahun ke depan, serta penyegaran kepemimpinan yang diperlukan,” jelasnya setelah menghadiri acara Gerakan Nasional Pesantrenku Aman di Pondok Pesantren Darul Ilmi, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Selasa, 11 Agustus 2026.
Agenda Muktamar ke-35 NU direncanakan akan berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada tanggal 27 hingga 31 Agustus 2026.
Muktamar ini berfungsi sebagai forum musyawarah bagi Nahdlatul Ulama untuk merumuskan agenda organisasi serta menentukan struktur kepemimpinan yang akan melaksanakan keputusan-keputusan selama lima tahun ke depan.
Menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35, cabang-cabang Nahdlatul Ulama di Kalimantan Selatan telah menyampaikan permohonan kepada Gus Yahya agar ia kembali mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PBNU untuk periode mendatang.
“Kami menghargai dan memenuhi permintaan dari cabang-cabang di Kalimantan Selatan yang telah berkomunikasi dengan kami,” ungkap Gus Yahya.
Sebelum menghadiri acara Gerakan Nasional Pesantrenku Aman di Pondok Pesantren Darul Ilmi Banjarbaru, Gus Yahya juga menghadiri pertemuan dengan beberapa Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Kalimantan Selatan di Banjarbaru pada Selasa (11/8), untuk mendengarkan aspirasi cabang-cabang NU di wilayah tersebut terkait kepemimpinan PBNU.
Dalam pertemuan tersebut, Gus Yahya meresmikan sejumlah PCNU di Kalimantan Selatan, termasuk PCNU Kota Banjarbaru, Kota Banjarmasin, Tanah Bumbu, Tanah Laut, Barito Kuala, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Balangan, dan Alabio.
➡️ Baca Juga: Pelaku UMKM Manfaatkan MR untuk Pengalaman Virtual Produk
➡️ Baca Juga: Bos BI Mengakui Konflik di Timur Tengah Memengaruhi Prospek Ekonomi Global Secara Negatif




