Dua Bocah Ditemukan Terpisah dalam Kondisi Syok setelah Diculik oleh Wanita Misterius

Jakarta – Aparat kepolisian sedang melakukan pencarian intensif terhadap seorang wanita yang dicurigai telah menculik dua bocah perempuan yang merupakan kakak beradik dan merampas kalung emas mereka di daerah Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat.
Sejauh ini, terduga pelaku diduga telah meninggalkan Jakarta. Polisi sedang melacak jejaknya dengan memanfaatkan rekaman dari kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di sepanjang rute yang dilalui setelah insiden tersebut.
Kapolsek Kalideres, Komisaris Polisi Rihold Sihotang, menyatakan bahwa berdasarkan rekaman CCTV, pelaku yang terlibat dalam penculikan tersebut diduga merupakan seorang wanita dewasa.
“Iya, saat ini kami menduga pelaku adalah seorang wanita dewasa, sesuai yang terlihat dalam rekaman CCTV. Kami telah melakukan pemantauan terhadap beberapa rekaman di lokasi kejadian,” ungkap Rihold melalui pesan singkat di Jakarta.
Penyelidikan yang dilakukan melalui rekaman CCTV kemudian membawa polisi ke wilayah Tangerang Kota.
“Dari hasil pemantauan CCTV yang kami lakukan, pelaku diketahui sudah bergerak ke arah Tangerang Kota,” lanjut Rihold.
Saat ini, tim kepolisian masih berusaha melacak jejak pelaku sambil memeriksa sejumlah saksi yang mungkin memiliki informasi penting. Proses olah tempat kejadian perkara (TKP) juga telah dilakukan untuk mengumpulkan bukti-bukti yang terkait dengan kasus ini.
Kejadian penculikan ini menimpa dua kakak beradik berinisial KI (9) dan CI (8) pada Rabu sore, 30 Oktober 2026. Kedua bocah tersebut awalnya berniat pergi ke rumah tantenya untuk mengikuti kegiatan les. Mereka berangkat dengan sepeda masing-masing.
Ibu dari korban, Juli (45), menjelaskan bahwa jarak dari rumah mereka menuju rumah tante sebenarnya hanya memakan waktu sekitar lima menit.
“Biasanya, perjalanan hanya memakan waktu lima menit. Namun, setelah setengah jam menunggu, tante mereka mulai khawatir karena anak-anak belum juga tiba,” kata Juli di Jakarta.
Keluarga yang mulai merasa curiga kemudian melakukan pencarian di rute yang biasa dilalui oleh kedua anak tersebut. Namun, mereka hanya menemukan sepeda milik keduanya tergeletak di sebuah gang di belakang rumah sang tante.
Pencarian selanjutnya melibatkan anggota keluarga, warga setempat, serta RT, RW, dan Lembaga Musyawarah Desa (LMD) di daerah tersebut.
“Awalnya, keluarga yang mencari. Setelah satu jam tidak menemukan, akhirnya kami melapor kepada RT dan RW, lalu LMD. Mereka semua saling berbagi informasi, tetapi belum melapor ke polisi,” jelasnya.
“Pada saat itu, kami sudah merasa ada yang tidak beres, karena sepeda mereka berada di tempat yang tidak seharusnya,” tambahnya.
➡️ Baca Juga: Velg Mobil Memasuki Dunia Diecast: Inovasi dan Koleksi Terbaru yang Menarik
➡️ Baca Juga: Maarten Paes Tampil Gemilang di Gawang Ajax, Jadi Sorotan Seperti Genzo Wakabayashi




