Kali Kebon Melati Diperbaiki Total, Pramono Jelaskan Nasib Warga yang Tinggal di Sana Selama Puluhan Tahun

Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana untuk melakukan penataan komprehensif terhadap Kali Kebon Melati yang terletak di Tanah Abang, Jakarta Pusat. Proyek ini dijadwalkan untuk dimulai pada awal tahun 2027 dan ditargetkan selesai pada tahun 2028.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menegaskan bahwa penataan Kali Kebon Melati tidak hanya membutuhkan aktivitas pengerukan semata. Ia menilai bahwa tanpa penataan menyeluruh terhadap kawasan tersebut, kondisi kali berpotensi kembali ke keadaan semula, yang tentunya tidak diinginkan.
“Saya minta minggu depan Kepala Dinas Sumber Daya Air untuk mempresentasikan rencananya. Kami harus mulai awal tahun depan, dan mungkin memerlukan waktu satu tahun untuk menyelesaikannya,” ungkap Pramono setelah melakukan peninjauan di Kali Kebon Melati pada Senin, 28 September 2026.
Pramono menyatakan bahwa ia telah melakukan peninjauan di kawasan tersebut sebanyak tiga kali. Dari hasil tinjauan itu, dia menyimpulkan bahwa penanganan Kali Kebon Melati harus dilakukan secara menyeluruh, bukan sekadar menggali saja.
“Saya sudah datang ke sini tiga kali. Dan akhirnya saya memutuskan bahwa penanganan ini tidak bisa dilakukan hanya dengan penggalian, karena jika itu yang dilakukan, kondisi kali ini pasti akan kembali seperti semula,” ujarnya.
Kawasan Kali Kebon Melati yang memiliki panjang sekitar 2,3 kilometer ini akan ditata dengan beragam fasilitas penunjang. Pemerintah Provinsi DKI berencana untuk membangun turap di sisi kiri dan kanan kali agar lebih teratur.
Fasilitas mandi, cuci, dan kakus (MCK) yang saat ini masih tersedia secara terbatas juga akan ditata dengan lebih baik. Selain itu, penghijauan kawasan di sepanjang kali juga menjadi bagian dari rencana ini.
“Nanti, turap akan dibangun di kedua sisi, MCK yang saat ini bersifat parsial akan ditata secara khusus, dan saya juga meminta agar sepanjang 2,3 kilometer ini dihijaukan,” jelas Pramono.
Di tengah rencana penataan yang ambisius, Pramono menegaskan bahwa proyek ini tidak akan melibatkan penggusuran terhadap warga yang telah lama tinggal di sekitar Kali Kebon Melati.
Ia mencatat bahwa banyak warga yang sudah tinggal di kawasan ini selama puluhan tahun dan mengandalkan mata pencaharian mereka di dekat lokasi tersebut.
“Warga di sini rata-rata sudah tinggal selama puluhan tahun, dan sebagian besar juga bergantung pada mata pencaharian di sekitar. Karena itu, kami tidak akan melakukan penggusuran dalam penataan kawasan ini,” tuturnya.
➡️ Baca Juga: Tesla Terdaftar Sebagai Target Serangan oleh Iran dan Dampaknya terhadap Keamanan Global
➡️ Baca Juga: Napi Lapas Nusakambangan Terkait Online Scam, Ditjenpas Tegaskan Informasi Tidak Akurat




