pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

depo 10k depo 10k
berita

BNPB Lanjutkan Pemadaman Karhutla Hingga Musim Hujan Tiba di Bulan Oktober

Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan komitmennya untuk melanjutkan operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga tiba musim hujan yang diperkirakan akan datang.

Kepala BNPB, Suharyanto, mengungkapkan bahwa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan musim hujan akan mulai turun pada bulan Oktober 2026.

“Kami akan terus berupaya untuk memadamkan kebakaran ini setidaknya sampai hujan alami turun,” jelas Suharyanto dalam rapat daring bersama Presiden Prabowo Subianto, pada Senin, 7 September 2026.

Suharyanto menjelaskan bahwa upaya pemadaman kebakaran dilakukan melalui dua metode, yaitu oleh tim Satgas Darat dan Satgas Udara. Ia berharap bahwa operasi modifikasi cuaca (OMC) yang telah dilaksanakan beberapa kali dapat segera menghasilkan hujan di lokasi-lokasi yang terpapar api.

“Semoga operasi modifikasi cuaca ini dapat segera mendatangkan hujan,” tambahnya.

Ia juga menyampaikan bahwa 98 persen dari kebakaran lahan gambut di enam provinsi prioritas telah berhasil dipadamkan. Menurut catatan BNPB, total luas area yang terbakar di Kalimantan Barat, Riau, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, dan Jambi mencapai 72.009,10 hektare, di mana sekitar 939,45 hektare masih belum berhasil dipadamkan.

“Proses pemadaman ini dilakukan melalui operasi darat dan udara. Apakah area seluas 939,45 hektare ini akan berkurang setelah pemadaman hari ini? Kami harap berkurang, Bapak Presiden,” ujar Suharyanto.

“Namun, terkadang penurunan tersebut tidak signifikan. Hal ini disebabkan oleh ditemukannya titik kebakaran baru atau kebakaran yang sebelumnya sudah dinyatakan padam tiba-tiba muncul kembali,” imbuhnya.

Suharyanto juga mengakui bahwa penanganan karhutla, terutama di lahan gambut, merupakan tantangan tersendiri. Ia menyebut bahwa meskipun api di enam provinsi prioritas secara umum telah padam, asap tetap terus keluar dari lahan gambut, yang berpotensi mengganggu jarak pandang.

Dalam upaya menangani karhutla di enam provinsi prioritas, BNPB mengerahkan personel gabungan yang terdiri dari berbagai unsur, termasuk BPBD, TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api, Manggala Agni, dan relawan, dengan total mencapai 43.481 personel.

Rincian penempatan personel adalah sebagai berikut: Kalimantan Barat 15.091 personel, Kalimantan Tengah 4.686 personel, Kalimantan Selatan 5.000 personel, Sumatera Selatan 11.026 personel, Riau 1.694 personel, dan Jambi 5.984 personel.

    ➡️ Baca Juga: Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru di Semua SPBU Indonesia per 1 April 2026

    ➡️ Baca Juga: 4 Mobil Listrik Jepang Resmi Dijual di RI untuk Anda yang Kurang Sreg dengan Merek China

    Related Articles

    Back to top button