Harga Masker Melonjak 15 Kali Lipat Akibat Abu Vulkanik, Nana Mirdad Serukan Keadilan

Harga masker medis kini menjadi perhatian utama di tengah penyebaran abu vulkanik yang disebabkan oleh erupsi Gunung Anak Krakatau. Lonjakan permintaan akan masker, khususnya tipe N95, meningkat drastis karena masyarakat di beberapa daerah diimbau untuk melindungi diri dari dampak abu tersebut.
Aktris Nana Mirdad turut mengungkapkan kekesalannya mengenai fenomena kenaikan harga masker ini. Ia terkejut ketika menemukan bahwa masker yang sebelumnya dijual seharga Rp12.000 tiba-tiba melonjak menjadi Rp180.000 per buah.
Melalui akun Threads-nya, Nana mengekspresikan ketidakpuasannya. Ia berpendapat bahwa kenaikan harga yang begitu drastis di saat masyarakat tengah menghadapi bencana merupakan tindakan yang tidak semestinya.
“Agak gila juga di saat rakyat banyak yang kesusahan lihat brand penjual masker proper malah naikin harga jadi 180 ribuan per biji. Sementara paginya masih dijual di harga 12 ribu aja,” tulis Nana Mirdad dalam akun Threads @nanamirdad pada Senin, 7 September 2026.
Jika dihitung berdasarkan informasi yang disampaikan Nana, masker tersebut mengalami lonjakan harga hingga 15 kali lipat. Dari harga awal Rp12.000 menjadi Rp180.000, kenaikan ini setara dengan 1.400 persen.
Kenaikan harga ini semakin disorot karena masker kini menjadi salah satu perlengkapan penting bagi masyarakat untuk mengurangi paparan abu vulkanik. Pemerintah sebelumnya telah mengimbau warga untuk membatasi aktivitas di luar ruangan. Jika harus keluar, masyarakat dianjurkan untuk menggunakan masker dan kacamata sebagai perlindungan tambahan.
Nana Mirdad juga mengkritik pihak-pihak yang memanfaatkan situasi ini untuk meraup keuntungan berlebih. Ia menegaskan bahwa meskipun berdagang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan, tetapi harus tetap mempertimbangkan kondisi darurat seperti bencana.
“Memang, jualan tujuannya profit. Tapi tidak usah securang ini pada saat bencana kali ya,” ungkapnya.
Nana juga menyatakan bahwa ia cukup memahami kisaran harga masker N95 dari distributor. Hal ini disebabkan oleh pekerjaan suaminya yang memiliki produk masker N95 dalam daftar produk perusahaannya.
“Kebetulan suami saya juga salah satu product list di perusahaannya adalah masker N95 jadi harga distributornya saya tau persis berapa. Mark up spontan kaya gini ngga berperikemanusiaan,” tandas Nana Mirdad.
➡️ Baca Juga: Milos Joksic Menegaskan Garudayaksa FC Siap Bersaing di Liga Tanpa Status Underdog
➡️ Baca Juga: Nutrisi Seimbang Penting untuk Pemulihan Tubuh Setelah Aktivitas Berat yang Stabil




