Super scatter mengusung konsep grafis dinamis dengan tampilan modern

PGSoft berikan bagi-bagi bonus cosmic lightning parade dengan sensasi baru

Super scatter bagikan hadiah kemerdekaan scatter prosper adventure dengan peluang menarik

Transformasi teknologi global mahjong ways membantu memahami studi evolusi big data berbasis ai

Starlight princess menggabungkan unsur bintang dan fantasi

Starlight princess dan perjalanan popularitasnya di komunitas mbg

PGSoft berikan bagi-bagi bonus eternal lightning parade dengan sensasi baru

Ulasan slot online playtech dengan variasi pola dan server teruji

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus zeus star adventure dengan hadiah berlimpah

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden glory adventure dengan hadiah berlimpah

Super scatter hadirkan bagi-bagi kejutan lucky jewel path dengan hadiah melimpah

Super scatter mengusung tampilan cerah dengan konsep grafis yang dinamis

Starlight princess menyuguhkan pemandangan galaksi dengan gaya fantasi

Ulasan teknis mengapa game grid sangat populer

PGSoft berikan bagi-bagi bonus ruby lightning parade dengan sensasi baru

Wild Bounty hadirkan bagi-bagi kejutan lucky glory parade dengan kejutan istimewa

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden star adventure dengan hadiah berlimpah

Wild Bandito dan pengalaman bermain yang dibagikan komunitas mbg

depo 10k depo 10k
lifestyle

Kemendagri Perintahkan Meta Hapus Video Viral Pria Injak Alquran untuk Menghindari Kontroversi

Jakarta – Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) telah mengeluarkan instruksi kepada Meta untuk menonaktifkan akses terhadap video viral yang menunjukkan seorang pria menginjak Alquran. Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi di dalam sebuah bus umum di Singapura.

Meskipun video aslinya kini telah dihapus, rekaman tersebut telah menyebar luas di berbagai platform media sosial. Meta, sebagai perusahaan induk dari Facebook, Instagram, dan WhatsApp, diharapkan dapat mengambil langkah untuk mengatasi masalah ini.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari situs CNA, Kemdagri bersama Kepolisian Singapura menilai video tersebut telah melanggar ketentuan mengenai penghinaan terhadap agama, sesuai dengan Pasal 17F(4) UU Pemeliharaan Kerukunan Beragama yang berlaku di negara tersebut.

Mengingat sifat sensitif dari unggahan yang menyentuh isu agama, pihak kepolisian Singapura telah mengeluarkan perintah untuk menonaktifkan konten tersebut berdasarkan Undang-Undang Kerugian Kriminal Online 2023 (OCHA), yang memberikan dasar hukum untuk penanganan konten yang dianggap merugikan.

“Kami telah mengeluarkan lima Arahan Penonaktifan kepada Meta agar akses ke video tersebut dihentikan, sehingga pengguna di Singapura tidak lagi dapat melihat unggahan yang mengandung video tersebut,” ungkap pernyataan resmi dari Kemdagri Singapura.

Walaupun ada individu yang mencoba memposting ulang video tersebut dengan maksud mengecam tindakan pengunggah aslinya, tindakan ini justru berpotensi memperpanjang keberadaan konten yang dianggap menyinggung di dunia maya.

Masyarakat yang menemukan konten semacam itu diharapkan untuk segera melaporkannya kepada pihak berwenang. Saat ini, penyelidikan terkait video yang mengundang kontroversi ini masih berlangsung.

Kemdagri menegaskan bahwa mereka akan mengambil tindakan tegas terhadap segala bentuk ancaman yang dapat mengganggu kerukunan antar ras dan agama di Singapura. “Perilaku semacam ini tidak akan kami toleransi, dan para pelaku akan ditindak secara cepat dan tegas,” tegas pernyataan dari Kemdagri.

    ➡️ Baca Juga: Hasil Drawing ACL 2026/2027: Persib Bergabung di Grup E Bersama FC Seoul dan Melbourne Victory

    ➡️ Baca Juga: Penurunan Angka Kecelakaan Arus Mudik Lebaran 2026, Legislator Sebut Hasil yang Mengagumkan

    Related Articles

    Back to top button