Longsor di Deliserdang Akibatkan Lima Warga Tewas dan Satu Terluka Parah

Kantor Basarnas Kelas A Medan bersama tim SAR gabungan telah menghentikan sementara proses pencarian dan pertolongan terkait bencana tanah longsor yang melanda Desa Sembahe, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, menjelaskan bahwa langkah ini diambil seiring dengan adanya pemantauan yang akan tetap dilakukan. “Proses pencarian akan dilanjutkan dengan pemantauan lebih lanjut,” ungkapnya di Deliserdang pada hari Rabu.
Hery menambahkan bahwa penghentian sementara ini karena enam korban yang dilaporkan dalam insiden tragis tersebut telah ditemukan. “Dari jumlah tersebut, lima orang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, dan satu orang mengalami luka-luka,” ujarnya.
Meskipun pencarian dihentikan sementara, Hery menegaskan bahwa tim SAR gabungan tetap siaga untuk melakukan pemantauan jika ada laporan mengenai korban tambahan. “Kami akan tetap berada di Pos SAR sambil menunggu informasi lebih lanjut mengenai kemungkinan ada korban lain yang mungkin tertimbun oleh material longsor,” kata Hery.
Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara melaporkan bahwa bencana tanah longsor di Desa Sembahe telah merenggut nyawa lima orang.
Korban yang berhasil ditemukan antara lain adalah Gobal Sembiring (39 tahun), Riski Sembiring (14 tahun), Boy Simorangkir (51 tahun), Rosmawati Br Ginting (49 tahun), dan Jamillah Br Ginting (48 tahun).
Para korban yang meninggal dunia merupakan penduduk setempat yang rumah mereka tertimpa reruntuhan akibat longsor tersebut.
Sementara itu, korban yang selamat adalah Sehat Br Taringan (65 tahun), yang saat ini tengah mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.
➡️ Baca Juga: Trump Menyatakan Serangan AS ke Iran Sebagai Upaya Melindungi Sekutu Strategis
➡️ Baca Juga: FIFA Tanggapi Permohonan Iran untuk Memindahkan Piala Dunia 2026 ke Meksiko




