Subsidi Pertalite Diperbarui, Motor Listrik Jadi Solusi Mobilitas Efisien dan Relevan

Jakarta – Rencana Pemerintah untuk merestrukturisasi penyaluran Pertalite agar lebih efektif merupakan kesempatan bagi masyarakat untuk mengeksplorasi opsi mobilitas yang lebih efisien.
Sejalan dengan itu, Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (AISMOLI), Budi Setiyadi, mengajak masyarakat untuk mempertimbangkan sepeda motor listrik sebagai alternatif utama guna mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM).
“Serta mendukung upaya efisiensi dalam pengeluaran energi nasional,” ungkap Budi dalam pernyataannya pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Pembahasan mengenai penataan penyaluran Pertalite kembali hangat setelah Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, melakukan pertemuan dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia pada Selasa, 11 Agustus 2026.
Pemerintah saat ini tengah mengkaji kemungkinan membatasi akses Pertalite bagi kelompok masyarakat dengan kemampuan finansial lebih, termasuk pada desil 9 dan 10, dengan penerapan yang akan dilakukan secara bertahap setelah infrastruktur pendukung siap.
Menurut Budi, momen ini harus dilihat lebih luas daripada sekadar penataan penerima subsidi. Di sisi lain, Indonesia juga memiliki peluang untuk secara struktural mengurangi ketergantungan terhadap BBM melalui percepatan adopsi kendaraan listrik.
“Khususnya untuk sepeda motor yang merupakan moda transportasi yang paling banyak digunakan masyarakat,” tegasnya.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025 menunjukkan bahwa jumlah sepeda motor di Indonesia telah mencapai sekitar 139,45 juta unit. Besarnya angka tersebut membuat transisi sebagian kendaraan roda dua ke listrik berpotensi memberikan dampak yang signifikan terhadap konsumsi energi nasional.
Budi juga percaya bahwa penataan subsidi ini adalah kesempatan yang tepat untuk memperluas pilihan bagi masyarakat. Jika masyarakat memiliki akses ke kendaraan yang lebih efisien untuk kebutuhan sehari-hari, maka ia optimis ketergantungan terhadap BBM dapat berkurang.
“Sepeda motor listrik semakin relevan karena biaya operasional yang lebih rendah dan pilihan produknya yang semakin bervariasi,” jelas Budi.
Potensi penghematan dari penggunaan sepeda motor listrik juga tidak dapat diremehkan. Kementerian ESDM pada tahun 2022 pernah memperkirakan bahwa penggunaan 900 ribu sepeda motor listrik dapat mengurangi konsumsi BBM sekitar 320 juta liter per tahun, yang juga berpotensi menekan kompensasi Pertalite hingga sekitar Rp480 miliar per tahun.
Bagi pengguna, Kementerian ESDM juga memperkirakan bahwa penghematan biaya BBM untuk sepeda motor listrik dapat mencapai sekitar Rp2,68 juta per tahun.
“Dengan jumlah kendaraan roda dua yang sangat besar di Indonesia, AISMOLI meyakini bahwa percepatan adopsi motor listrik dapat menghasilkan dampak penghematan yang lebih signifikan,” tutupnya.
➡️ Baca Juga: Strategi Efektif Mengelola Aktivitas Rutin Agar Produktivitas Harian Meningkat
➡️ Baca Juga: Menjaga Kesehatan Mental di Era Tuntutan Sosial Modern yang Tinggi dan Dinamis




