Slot PGSoft memperkenalkan variasi tema dalam koleksi game modern

Perkembangan teknologi mahjong ways membentuk komunitas kreatif

Super scatter menampilkan elemen grafis berwarna dengan gaya yang dinamis

Gates of Olympus sajikan bagi-bagi bonus fortune golden festival dengan sensasi berkelas

Slot online dengan fitur sticky wild dan keunggulannya

Evolusi teknologi global mahjong ways membantu memahami studi dinamika transformasi big data

depo 10k depo 10k
berita

Kemarau di Jakarta: Penjelasan Pramono Mengapa Modifikasi Cuaca Belum Dilakukan

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menjelaskan bahwa operasi modifikasi cuaca (OMC) pada musim kemarau saat ini belum dapat dilaksanakan karena tidak adanya awan yang diperlukan untuk proses tersebut.

Pramono menekankan, “Hingga hari ini, kami belum menemukan awan yang dapat digunakan. Saya telah berkali-kali memerintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah untuk segera melakukan modifikasi cuaca,” ujarnya di Balai Kota, Jakarta, pada tanggal 19 Agustus 2026.

Ia menjelaskan bahwa rekayasa cuaca hanya dapat dilakukan jika terdapat awan yang sesuai.

“Selama awan tersedia, kami akan segera melaksanakan OMC,” tambah Pramono.

Sebelumnya, ia juga menyatakan bahwa OMC dapat dilakukan pada saat kemarau berlangsung.

Umumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), melakukan rekayasa cuaca dengan mengarahkan air hujan ke laut. Namun kali ini, OMC direncanakan untuk mengarahkan hujan ke wilayah daratan Jakarta.

Di sisi lain, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa OMC merupakan suatu intervensi untuk meningkatkan kemungkinan terjadinya hujan dengan cara menyemai garam atau Natrium Klorida (NaCl) ke dalam gumpalan awan menggunakan pesawat khusus.

Salah satu syarat utama untuk melakukan penyemaian garam adalah terbentuknya awan konvektif yang memadai.

Saat ini, BMKG mencatat bahwa fenomena El Nino 2026 telah mulai beraksi dan berpotensi mencapai tingkat yang sangat kuat.

Kondisi ini diperkirakan akan menyebabkan musim kemarau yang lebih kering dan berlangsung lebih lama di sebagian besar wilayah Indonesia, yang pada gilirannya meningkatkan risiko kekeringan serta dampak negatif pada sektor-sektor strategis.

Oleh karena itu, penguatan langkah mitigasi dan kesiapsiagaan secara nasional sangat diperlukan.

    ➡️ Baca Juga: Guru SD Swasta di Depok Diduga Lecehkan Belasan Siswi

    ➡️ Baca Juga: Virgoun Tawarkan Hubungan Kakak Adik kepada Mantan Pacar Saat Perpisahan

    Related Articles

    Back to top button