happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

kpkgg
berita

DPR Tuntut Konsistensi Kebijakan Luar Negeri RI Pasca Rekam Jejak Menlu Arrmanatha Nasir

Jakarta – Penunjukan Arrmanatha Nasir sebagai Menteri Luar Negeri yang baru oleh Presiden Prabowo Subianto menarik perhatian dari berbagai pihak, termasuk Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, menyoroti latar belakang panjang Arrmanatha sebagai diplomat karier yang diharapkan dapat memberi kontribusi signifikan terhadap kebijakan luar negeri negara.

Pengalaman yang dimiliki Arrmanatha diharapkan dapat memperkuat posisi diplomasi Indonesia di tengah tantangan global yang semakin rumit dan kompleks.

Sebelum menjabat sebagai Menlu, Arrmanatha juga pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri dan memiliki rekam jejak dalam berbagai penugasan, termasuk di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Beliau adalah diplomat berpengalaman, termasuk di PBB. Ini menjadi modal penting bagi beliau untuk memimpin Kementerian Luar Negeri di tengah situasi internasional yang semakin menantang,” ungkap Sukamta dalam pernyataannya di Jakarta.

Sukamta berharap Arrmanatha mampu memperkuat peran Kementerian Luar Negeri dalam merumuskan dan mengimplementasikan kebijakan luar negeri yang sejalan dengan visi Presiden.

Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ini menekankan pentingnya pemanfaatan kapasitas diplomat Indonesia secara optimal. Setiap kebijakan dan kesepakatan internasional perlu didukung oleh analisis yang mendalam, posisi yang jelas, serta tindak lanjut yang terukur.

“Koordinasi antar kementerian harus diperkuat, mengingat banyak isu luar negeri yang berkaitan langsung dengan ekonomi, pertahanan, dan kepentingan masyarakat,” tambah Sukamta, yang juga merupakan politikus dari Fraksi PKS.

Ia juga menekankan pentingnya mempertahankan prinsip politik luar negeri bebas aktif. Prinsip ini menjadi dasar bagi Indonesia dalam mengambil keputusan di tengah beragam kepentingan global.

“Politik luar negeri bebas aktif harus menjaga kemandirian Indonesia dalam pengambilan keputusan. Kita perlu menjalin kerja sama dengan berbagai negara sekaligus tetap tegas dalam mempertahankan kedaulatan dan kepentingan nasional,” tegasnya.

Sukamta juga menyebutkan beberapa agenda penting yang harus menjadi fokus Menlu baru. Di antara agenda tersebut adalah perlindungan terhadap warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri serta penguatan diplomasi ekonomi untuk mendukung industri dalam negeri dan menciptakan lapangan kerja.

Lebih lanjut, Sukamta meminta agar pemerintah tetap konsisten dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Pengalaman Arrmanatha dalam forum multilateral juga mencakup peran aktifnya dalam isu Palestina di PBB.

Pada tahun 2024, Arrmanatha tercatat sebagai salah satu Wakil Ketua Committee on the Exercise of the Inalienable Rights of the Palestinian People, yang menunjukkan komitmennya terhadap isu-isu kemanusiaan global.

    ➡️ Baca Juga: Kali Kebon Melati Diperbaiki Total, Pramono Jelaskan Nasib Warga yang Tinggal di Sana Selama Puluhan Tahun

    ➡️ Baca Juga: Kolaborasi Semua Pihak Diperlukan Tangani “Darurat Sampah” Banjarmasin

    Related Articles

    Back to top button