happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

kpkgg
berita

Wamendagri Bima Tinjau Lokasi Bencana untuk Pastikan Dukungan Tanggap Darurat Banjir Bandang Solok

Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, melakukan kunjungan langsung ke Kabupaten Solok, Sumatera Barat, untuk meninjau kondisi pascabanjir bandang yang melanda daerah tersebut.

Dalam kunjungannya, Bima Arya menegaskan bahwa semua kebutuhan dalam penanganan bencana banjir bandang di Solok akan difasilitasi melalui koordinasi yang baik dengan kementerian serta lembaga terkait.

Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan bahwa tanggap darurat yang sedang berlangsung dapat dilanjutkan, terutama dalam hal pekerjaan fisik yang diperlukan, seperti normalisasi, serta ketersediaan alat berat dan tenaga kerja yang memadai.

“Kesiapsiagaan yang ditunjukkan oleh Bupati dan Wakil Bupati beserta jajaran sangat mengesankan. Kami melihat bahwa langkah-langkah strategis telah diterapkan di lapangan,” ungkap Bima saat memeriksa Posko Darurat Bencana Hidrometeorologi di Kabupaten Solok.

Bima menjelaskan bahwa peninjauan ini bertujuan untuk mendapatkan update terkini mengenai situasi di lapangan serta memastikan kebutuhan pemerintah daerah yang harus segera dipenuhi. Pemerintah Kabupaten Solok juga telah menyampaikan rencana untuk melanjutkan tanggap darurat selama tujuh hari ke depan.

Ia mengapresiasi respons cepat yang ditunjukkan oleh Pemerintah Kabupaten Solok dalam menghadapi bencana ini. Menurutnya, agar tanggap darurat dapat berlanjut dengan efektif, diperlukan dukungan sumber daya yang memadai agar proses pemulihan dapat dilakukan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

“Saat kami observasi, masih banyak pekerjaan fisik yang harus dilakukan untuk normalisasi. Dalam fase lanjutan tanggap darurat ini, penting untuk memastikan apakah alat berat dan personel yang tersedia sudah mencukupi. Kami juga perlu menilai alokasi tenaga dan sumber daya dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB),” tambah Bima.

Di samping fokus pada penanganan darurat, Bima meminta Pemerintah Kabupaten Solok untuk memikirkan langkah-langkah antisipatif guna menghadapi kemungkinan bencana di masa mendatang. Peran para ahli, termasuk pertimbangan mengenai relokasi atau penataan kembali infrastruktur pemerintahan yang terdampak, perlu dikaji untuk menentukan langkah penanganan yang tepat.

Ia juga menekankan pentingnya memastikan bahwa pelayanan publik tetap berjalan meskipun ada dampak bencana yang mempengaruhi beberapa kantor pemerintahan. Kondisi dokumen dan arsip penting harus diperhatikan agar tidak menghalangi layanan yang diberikan kepada masyarakat.

Lebih lanjut, Bima menyoroti pentingnya optimalisasi realisasi Transfer ke Daerah (TKD) agar dampaknya dapat dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Solok. Kerjasama antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengidentifikasi kendala serta memperkuat koordinasi sangat diperlukan agar realisasi anggaran dapat berjalan dengan baik.

    ➡️ Baca Juga: Bupati Rejang Lebong Ditetapkan Sebagai Tersangka oleh KPK

    ➡️ Baca Juga: Bareskrim Tangkap 6 Tersangka Situs Judi Online Terkait Spam Komentar di Media Sosial

    Related Articles

    Back to top button