pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

depo 10k depo 10k
Otomotif

China Beralih dari Batu Bara Menuju Mobil Listrik yang Lebih Ramah Lingkungan

China tengah mengalami transformasi signifikan dalam sektor energinya. Untuk pertama kalinya, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) mengungguli pembangkit berbasis batu bara. Perkembangan ini menjadi berita baik bagi industri mobil listrik, karena semakin banyak sumber energi terbarukan yang digunakan untuk mengisi baterai kendaraan.

Data dari pemerintah China menunjukkan bahwa pada akhir Juli 2026, kapasitas terpasang tenaga surya telah mencapai sekitar 1.286 gigawatt (GW). Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan kapasitas pembangkit listrik berbasis batu bara yang berada di level 1.285 GW.

Keberhasilan ini menjadikan tenaga surya sebagai sumber energi dengan kapasitas terpasang terbesar di negara tersebut. Namun, hal ini tidak berarti bahwa batu bara sudah sepenuhnya kalah dalam kontribusinya terhadap pembangkit listrik, karena kapasitas terpasang tidak selalu mencerminkan jumlah listrik yang dihasilkan.

Pada paruh pertama tahun 2026, batu bara masih menyuplai sekitar 49,7 persen dari total pembangkit listrik di China. Sementara itu, kombinasi tenaga surya dan angin berkontribusi sekitar 24,6 persen terhadap bauran listrik pada periode yang sama.

Meskipun demikian, pertumbuhan energi bersih mulai memberikan tekanan pada pembangkit berbasis batu bara. Sebuah laporan dari Ember yang dirilis oleh Electrek mencatat bahwa pembangkitan listrik termal, yang sebagian besar berasal dari batu bara, mengalami penurunan sebesar 0,7 persen pada tahun 2025, di tengah peningkatan permintaan listrik sebesar 5 persen di China.

Ini menunjukkan bahwa peningkatan kebutuhan listrik tidak harus sepenuhnya dipenuhi dengan menambah pembakaran batu bara. Pertumbuhan kapasitas pembangkit energi bersih mulai mampu mengimbangi sebagian dari lonjakan permintaan, sekaligus mengurangi ketergantungan pada sumber pembangkit fosil di beberapa wilayah.

Perubahan ini juga berkaitan erat dengan perkembangan pesat kendaraan listrik di China. Mobil listrik memerlukan pasokan listrik yang besar untuk pengisian baterai, sehingga semakin bersih sumber listrik yang digunakan, semakin rendah pula emisi tidak langsung yang dihasilkan selama kendaraan tersebut beroperasi.

Dampaknya, meskipun tidak secara langsung membuat semua mobil listrik menjadi bebas emisi, jika sumber listrik untuk pengisian baterai masih bergantung pada batu bara, maka kendaraan tersebut tetap menghasilkan emisi tidak langsung dari proses produksi listrik. Namun, seiring meningkatnya penggunaan energi terbarukan, potensi emisi tersebut dapat berkurang.

    ➡️ Baca Juga: Indonesia Kejar Swasembada Aspal, Namun Asbuton Produksi RI Justru Diminati China

    ➡️ Baca Juga: Panduan Latihan Gym Bertahap untuk Pemula yang Ingin Memulai Program Kebugaran

    Related Articles

    Back to top button