Houthi Luncurkan Serangan Drone ke Mekkah, Arab Saudi Berikan Penjelasan Resmi

Otoritas Saudi menginformasikan bahwa mereka berhasil mencegat dan menghancurkan drone yang diluncurkan oleh kelompok Houthi menuju Mekkah. Insiden ini menjadi kekhawatiran baru yang berpotensi mengancam keamanan kota suci umat Islam tersebut.
Juru bicara koalisi yang dipimpin Arab Saudi, Turki al-Maliki, menyatakan bahwa Pasukan Pertahanan Udara Kerajaan berhasil menetralkan drone tersebut sebelum memasuki wilayah udara yang telah ditentukan pada malam hari tanggal 15 September 2026.
Sebelum serangan drone oleh Houthi, pihak berwenang Saudi telah mengeluarkan peringatan keamanan di Mekkah. Menurut laporan dari Al Jazeera, peringatan ini merupakan yang pertama sejak upaya Houthi untuk menyerang kawasan suci tersebut pada tahun 2017.
Peringatan mengenai potensi ancaman di Mekkah dicabut hanya dalam hitungan menit setelah dikeluarkan. Peringatan serupa juga diterapkan di kota Taif dan Jeddah, yang merupakan kota terbesar kedua di Arab Saudi. Dalam sebuah pernyataan kepada kantor berita SABA di Yaman, seorang sumber militer dari Houthi secara tegas membantah bahwa pihaknya mengancam Mekkah atau tempat-tempat suci lainnya.
“Kami dengan jelas menolak adanya ancaman dari Yaman terhadap Mekkah atau lokasi suci lainnya,” ungkap sumber tersebut.
Ia juga mengecam informasi yang dianggapnya menyesatkan dan tidak akurat.
Serangkaian serangan terbaru ini menandai peningkatan kembali ketegangan dalam konflik yang telah berlangsung sejak 2015. Pada tahun tersebut, Arab Saudi mulai melakukan intervensi di Yaman setelah kelompok Houthi mengambil alih Sanaa dan menggulingkan pemerintah yang diakui secara internasional.
Gencatan senjata yang difasilitasi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada April 2022 berhasil mengurangi serangan Houthi ke wilayah Arab Saudi secara signifikan. Namun, ketegangan kembali meningkat setelah kelompok tersebut menyatakan blokade terhadap pelayaran Arab Saudi pada bulan Juli serta menguasai beberapa titik strategis di sepanjang garis pantai negara itu di Bab al-Mandeb.
Di awal bulan September, kelompok yang memiliki hubungan dengan Iran ini meluncurkan serangan rudal dan drone ke beberapa lokasi di Arab Saudi. Serangan ini menjadi tanda meningkatnya intensitas konflik yang berlangsung. Riyadh menuduh pemberontak Houthi melakukan serangan terhadap fasilitas sipil dan ekonomi di wilayah kerajaan.
➡️ Baca Juga: Harga Masker Melonjak 15 Kali Lipat Akibat Abu Vulkanik, Nana Mirdad Serukan Keadilan
➡️ Baca Juga: Napi Lapas Nusakambangan Terkait Online Scam, Ditjenpas Tegaskan Informasi Tidak Akurat




