Anak Berkebutuhan Khusus Ditemukan Tewas Diduga Korban Bully Tetangga di Surabaya

Seorang anak berusia 10 tahun yang memiliki kebutuhan khusus, yaitu down syndrome, ditemukan meninggal dunia di Surabaya, Jawa Timur. Diduga, ia menjadi korban perundungan oleh anak-anak tetangga.
Kejadian tragis ini memicu ayah korban, yang dikenal dengan inisial SAW (35 tahun), untuk menuntut keadilan. Ia berharap pihak kepolisian dan otoritas terkait segera memberikan perhatian serius terhadap kasus yang memilukan ini.
SAW mengungkapkan bahwa dugaan peristiwa tersebut terjadi pada hari Sabtu, 12 September 2026.
Pada waktu itu, ia sedang terlelap setelah mengonsumsi obat pascaoperasi ginjal. Sementara itu, istrinya, NF, tengah menjalankan aktivitas berjualan sari kedelai di pasar.
Anak mereka, yang merupakan penyandang disabilitas intelektual dan sehari-hari menggunakan kursi roda, berada di teras rumah saat insiden itu terjadi.
Sekitar pukul 09.20 WIB, NF pulang dan langsung berteriak histeris.
SAW terbangun dan melihat anaknya, yang hanya bisa duduk di kursi roda, telah terjatuh di teras rumah.
“Ketika istri saya datang sekitar pukul 09.20 WIB, dia tiba-tiba berteriak, ‘Bi, anaknya biru, anaknya wis biru’,” kata SAW saat berbicara dengan media pada Minggu, 18 Oktober 2026.
Setelah insiden tersebut, SAW berusaha menenangkan istrinya yang sedang menangis ketakutan.
Ia kemudian mengangkat Z untuk memeriksa kondisinya lebih dekat dan terkejut mendapati anaknya mengalami sejumlah luka yang mencurigakan, termasuk tali sepatu yang melilit lehernya.
“Hasil autopsi di Polda Jawa Timur juga menunjukkan adanya cairan sabun colek di lambung anak saya,” jelas SAW.
Ia juga mencatat bahwa warga sekitar hanya berkumpul dan melihat tanpa memberikan pertolongan yang berarti.
Akhirnya, seorang warga membantu membawa Z bersama orang tuanya ke rumah sakit terdekat. Sayangnya, setelah 15 menit tiba di rumah sakit, Z dinyatakan meninggal dunia pada pukul 09.45 WIB.
SAW kemudian memeriksa rekaman CCTV yang ada di rumahnya.
Ia menemukan dua anak tetangga yang masih di bawah 11 tahun keluar-masuk ke rumah mereka secara bergantian antara pukul 08.15 hingga 08.47 WIB, pada hari ketika anaknya ditemukan tewas.
“Ini menunjukkan bahwa anak saya [diduga] disiksa selama kurang lebih 12 menit. Lima menit kemudian, salah satu pelaku kembali masuk seorang diri dari pukul 08.37 WIB sampai pukul 08.47 WIB,” tegas SAW menuding anak-anak tetangga yang terlibat.
➡️ Baca Juga: Pengguna Pertamax Turbo Dapat Kesempatan Nonton Langsung Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026
➡️ Baca Juga: Dhena Devanka Tegaskan Pemberitaan Hubungan Dekat dengan Suami Reza Gladys Tidak Akurat




