Jennifer Coppen Putus Kontrak dengan Brand Sejak Juni 2026 Terkait Kasus Penipuan Emas Rp25 M

Jennifer Coppen baru-baru ini menjadi sorotan setelah terlibat dalam laporan mengenai dugaan penipuan investasi emas. Dalam klarifikasinya, ia mengungkapkan bahwa hubungan kerjasamanya dengan brand tersebut telah berakhir sejak 19 Juni 2026, setelah menerima beberapa keluhan dari pelanggan.
Pernyataan ini muncul menyusul laporan mengenai dugaan penipuan yang merugikan sebanyak 85 orang dengan total kerugian mencapai Rp25 miliar. Pengacara para korban sebelumnya menyebutkan nama Jennifer bersama sejumlah publik figur lainnya yang diduga terlibat dalam promosi perusahaan tersebut.
Dalam sebuah pernyataan resmi, Jennifer menjelaskan bahwa keterlibatannya dengan brand itu adalah sebatas hubungan profesional sebagai duta merek. Ia memulai kerja sama pada 8 Januari 2026 berdasarkan kontrak yang telah disepakati oleh kedua pihak.
Awalnya, kontrak tersebut direncanakan akan berlangsung hingga tahun 2027. Namun, Jennifer memilih untuk menghentikan kerja sama pada Juni 2026 karena adanya masalah yang membuatnya merasa tidak nyaman untuk melanjutkan hubungan profesional tersebut.
Jennifer mengungkapkan bahwa ia menerima berbagai keluhan dari pelanggan mengenai pelayanan dan pemenuhan pesanan. Keadaan ini menjadi salah satu pertimbangan utama yang mendorongnya untuk mengakhiri kerja sama.
“Setelah beberapa bulan berjalan, saya mendapatkan keluhan dari banyak pelanggan terkait pelayanan dan pemenuhan pesanan. Hal ini membuat saya khawatir tentang keberlanjutan kerja sama,” ungkap Jennifer Coppen dalam unggahan di Instagramnya pada Sabtu (10/10/26).
Berdasarkan pertimbangan tersebut, Jennifer dan pihak brand sepakat untuk mengakhiri kontrak pada hari Jumat, 19 Juni 2026, meskipun masa kerja sama awalnya masih direncanakan hingga tahun berikutnya.
Keputusan ini menjadi salah satu poin penting dalam klarifikasi Jennifer di tengah munculnya isu investasi yang kini sedang hangat diperbincangkan publik.
Jennifer juga menegaskan bahwa perannya dalam kerja sama tersebut terbatas pada kegiatan promosi saja. Tanggung jawabnya mencakup pembuatan konten dan menghadiri acara sesuai dengan ketentuan yang ada dalam kontrak.
Ia menambahkan bahwa ia tidak terlibat dalam pengelolaan perusahaan, transaksi pelanggan, atau pengambilan keputusan operasional. Menurutnya, semua hal tersebut berada di luar tanggung jawabnya sebagai duta merek.
“Saya tidak memiliki peran dalam manajemen internal, pengelolaan dana, ataupun proses penjualan, termasuk pengambilan keputusan operasional perusahaan,” tegasnya lebih lanjut.
➡️ Baca Juga: Polda Metro Jaya Sita 62,5 Kg Ganja di Petamburan, Dua Tersangka Ditangkap
➡️ Baca Juga: Denada Ungkap Isi Chat dengan Ressa Rizky Sebelum Pertemuan yang Diharapkan




