Perbandingan Biaya Operasional Mobil Listrik dan Bensin yang Signifikan

Biaya operasional menjadi salah satu faktor penting yang dipertimbangkan oleh banyak orang ketika ingin beralih dari kendaraan bermesin bensin ke mobil listrik. Selain biaya pembelian awal, pemilik kendaraan juga perlu memperhitungkan pengeluaran untuk energi yang digunakan selama perjalanan sehari-hari.
Mobil listrik tidak mengandalkan bensin atau solar sebagai sumber energi. Sebaliknya, kendaraan ini menggunakan baterai yang diisi dengan listrik, yang dapat diperoleh melalui Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) atau dari sumber listrik di rumah.
Pertanyaannya adalah, apakah biaya energi yang dibutuhkan oleh mobil listrik benar-benar lebih rendah dibandingkan dengan mobil bensin?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita dapat melihat perbandingan biaya pengisian mobil listrik berdasarkan konsumsi listrik per kWh. Menurut informasi yang tersedia, tarif listrik di SPKLU berkisar di angka Rp2.466 per kWh, dengan kemungkinan adanya biaya tambahan untuk layanan pengisian cepat.
Sebagai contoh, kita anggap sebuah mobil listrik memiliki konsumsi listrik sekitar 15 kWh untuk menempuh jarak 100 kilometer. Dengan tarif Rp2.466 per kWh, maka biaya listrik yang diperlukan untuk perjalanan sejauh 100 kilometer adalah:
15 kWh x Rp2.466 = Rp36.990.
Dengan demikian, untuk jarak 100 kilometer, biaya energi mobil listrik secara teoritis sekitar Rp37 ribu jika pengisian dilakukan dengan tarif tersebut.
Bagaimana dengan kendaraan bermesin bensin?
Sebagai perbandingan, sebuah mobil dengan mesin bensin yang memiliki konsumsi bahan bakar sekitar 12 kilometer per liter memerlukan sekitar 8,3 liter bensin untuk menempuh jarak 100 kilometer.
Jika kita menggunakan harga bensin sebesar Rp10.000 per liter, maka biaya bahan bakar untuk perjalanan tersebut menjadi:
8,3 liter x Rp10.000 = Rp83.000.
Dari perhitungan sederhana ini, terlihat bahwa biaya energi untuk mobil listrik mencapai sekitar Rp37 ribu untuk 100 kilometer, sementara biaya untuk mobil bensin mencapai sekitar Rp83 ribu.
Hal ini menunjukkan adanya selisih biaya sebesar sekitar Rp46 ribu untuk setiap 100 kilometer.
Jika kita menghitung untuk jarak 1.000 kilometer, biaya energi untuk mobil listrik secara teoritis menjadi sekitar Rp369.900, sedangkan untuk mobil bensin sekitar Rp830 ribu, dengan asumsi konsumsi dan harga bahan bakar tetap sama.
Namun, penting untuk dicatat bahwa perhitungan ini masih bersifat simulatif. Konsumsi energi pada mobil listrik dapat berbeda-beda antara satu model dengan yang lainnya. Faktor-faktor seperti gaya berkendara, kecepatan, kondisi jalan, penggunaan pendingin udara, beban kendaraan, serta temperatur juga dapat mempengaruhi konsumsi energi.
➡️ Baca Juga: Grand Mufti Arab Saudi Serukan Tentara Siap Korbankan Nyawa Hadapi Houthi
➡️ Baca Juga: Kali Kebon Melati Diperbaiki Total, Pramono Jelaskan Nasib Warga yang Tinggal di Sana Selama Puluhan Tahun



