200 Ribu Pekerja di AS Kehilangan Pekerjaan Karena AI Sejak Tahun 2023

Kecerdasan buatan (AI) telah mengakibatkan hampir 200.000 pekerja di Amerika Serikat kehilangan pekerjaan mereka sejak awal tahun 2023. Lebih dari 60 persen dari seluruh pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terjadi disebabkan oleh teknologi ini, menurut perhitungan yang dilakukan oleh RIA Novosti berdasarkan data dari Challenger, Gray & Christmas, sebuah perusahaan konsultan yang berfokus pada ketenagakerjaan dan manajemen sumber daya manusia.
Sejak tahun 2023, alasan utama PHK yang dialami oleh sekitar 192.000 pekerja di AS adalah dampak dari AI. Dari total tersebut, sebanyak 120.100 orang kehilangan pekerjaan antara bulan Januari hingga September tahun ini, yang setara dengan 21 persen dari keseluruhan angka PHK di negara tersebut sepanjang tahun ini.
Prediksi menunjukkan bahwa pada tahun 2025, sekitar 54.800 pekerja di AS akan kehilangan pekerjaan mereka akibat AI. Sementara itu, pada tahun 2024, angka tersebut diperkirakan mencapai 12.700 orang. Pada tahun 2023, jumlah pekerja yang kehilangan pekerjaan terkait AI tercatat sebanyak 4.200 orang, menunjukkan tren yang mengkhawatirkan.
Selama dua tahun terakhir, jumlah PHK yang berkaitan dengan AI mencapai puncaknya pada bulan Mei 2026, dengan 38.600 orang kehilangan pekerjaan. Angka ini diikuti oleh bulan Oktober 2025, ketika 31.000 orang dipecat, dan bulan April 2026, dengan 21.500 orang kehilangan pekerjaan mereka. Fenomena ini menyoroti dampak signifikan dari teknologi AI terhadap pasar tenaga kerja di AS.
➡️ Baca Juga: Rencana Kerja Pemda Wajib Berpedoman Asta Cita Prabowo
➡️ Baca Juga: Apakah Hari Senin 21 April 2025 Masih Libur Paskah?




