Menag Nasaruddin Umar Terpilih Sebagai Presiden Pertama Majelis Imam Masjid Dunia

Menteri Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, baru saja diangkat sebagai Presiden pertama Majelis Imam Masjid Dunia (IAMI). Penetapan ini terjadi setelah disepakatinya pembentukan organisasi tersebut dalam konferensi International Grand Imams Conference (IGIC) 2026.
Dalam pernyataannya, Nasaruddin mengungkapkan rasa rendah hatinya atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia merasa tidak layak untuk posisi pemimpin imam besar dan mengungkapkan kekhawatirannya tentang kemungkinan mengecewakan harapan yang ada. “Jika ini adalah keputusan-Nya untuk memilih saya sebagai pemimpin, saya berharap agar orang-orang di sekitar saya dapat memahami kekurangan saya dan membantu saya mengatasi tantangan tersebut,” ujarnya di Jakarta, Senin.
Pemilihan Nasaruddin sebagai Presiden IAMI disambut dengan antusias oleh para imam besar, mufti, dan delegasi dari berbagai negara yang hadir dalam IGIC 2026.
Nasaruddin menyatakan harapannya akan dukungan dari para imam besar di seluruh dunia untuk menjalankan amanah yang diembannya. Ia berkomitmen untuk melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya, siap memberikan pengabdian, tenaga, pikiran, dan waktu demi kesejahteraan umat.
Ia menegaskan pentingnya peran strategis masjid dalam kehidupan masyarakat. Menurutnya, masjid seharusnya tidak hanya dipandang sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai fasilitas yang memberdayakan umat, menyatukan masyarakat, serta memberikan manfaat bagi kemanusiaan.
“Perubahan perlu dilakukan terhadap konsep masjid. Selama ini, umatlah yang memberdayakan masjid, tetapi saat ini, masjid-lah yang harus memberdayakan umat,” tegas Nasaruddin.
Nasaruddin juga menjelaskan bahwa fungsi masjid pada masa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam (SAW) tidak terbatas pada kegiatan ibadah semata. Masjid berfungsi sebagai pusat pendidikan, pemberdayaan masyarakat, tempat berkonsultasi, dan forum untuk mempertemukan berbagai lapisan masyarakat.
“Masjid bukan sekadar bangunan, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan umat. Masjid adalah sekretariat negara dan sekretariat yang mendukung imam, serta berfungsi sebagai baitul mal pada zamannya,” tambah Nasaruddin.
IAMI, atau Majelis Imam Masjid Dunia, didirikan sebagai respon terhadap berbagai masukan dari imam, mufti, dan delegasi dari 46 negara yang terlibat dalam forum IGIC 2026.
Organisasi internasional ini bertujuan untuk menjadikan masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan, pembangunan masyarakat, solidaritas sosial, bimbingan moral, serta upaya menciptakan perdamaian.
Saat ini, para imam menghadapi berbagai tantangan besar, termasuk intoleransi antaragama, fragmentasi sosial, isu lingkungan, masalah kepemudaan, kemiskinan, misinformasi, krisis kemanusiaan, serta kebutuhan akan dialog antaragama dan internasional yang konstruktif.
➡️ Baca Juga: Milos Joksic Menegaskan Garudayaksa FC Siap Bersaing di Liga Tanpa Status Underdog
➡️ Baca Juga: Silmy Karim Ajukan Gugatan Praperadilan, KPK Siap Menghadapi Tantangan Hukum




