Ekonom Memaparkan 6 Agenda Reformasi untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Jakarta – Enrico Tanuwidjaja, seorang ekonom dari United Overseas Bank (UOB), telah mengemukakan enam agenda reformasi yang berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga mencapai angka 8 persen. Namun, implementasi dari agenda-agenda tersebut harus dilakukan secara paralel dan konsisten agar hasil yang diinginkan dapat tercapai.
Dia menjelaskan bahwa potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia masih sangat besar dan dapat dioptimalkan dengan melaksanakan berbagai agenda perbaikan struktural yang saling melengkapi.
“Seandainya reformasi ini sudah dilakukan sejak lama, kita bisa mengalami pertumbuhan yang jauh lebih tinggi dari yang ada saat ini,” ungkap Enrico dalam sesi UOB Media Editors Circle 2026 yang berlangsung di Jakarta, pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Dalam presentasinya, Enrico mengidentifikasi enam area kunci untuk melakukan reformasi, yaitu keberlanjutan, konektivitas, pemanfaatan potensi besar pasar domestik, akses digitalisasi untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), akses UMKM terhadap pembiayaan, serta integrasi UMKM dengan korporasi besar dan pasar internasional.
Analisis yang dilakukan oleh ekonom UOB tersebut menunjukkan bahwa penerapan keenam agenda reformasi ini dapat mengarahkan pertumbuhan ekonomi Indonesia menuju angka sekitar 7,5 persen pada tahun 2030. Ini lebih tinggi dibandingkan dengan skenario dasar yang hanya memperkirakan pertumbuhan sekitar 6,0 persen.
Dalam jangka waktu yang lebih panjang, yaitu hingga tahun 2045, jalur reformasi ini dapat membawa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kisaran 7 hingga 8 persen.
Enrico menegaskan bahwa pertumbuhan sekitar 6 persen saat ini masih jauh di bawah potensi maksimal yang seharusnya dapat dicapai oleh Indonesia jika semua potensi ekonomi dikelola dengan lebih efektif.
“Percayalah, pertumbuhan 6 persen itu masih terlalu kecil bagi kita,” tegasnya.
Menurut Enrico, salah satu aset utama yang harus dimanfaatkan lebih baik adalah pasar domestik yang besar. Dengan memperkuat pasar dalam negeri, akan terbuka lebih banyak peluang bagi produk dan pelaku usaha lokal untuk berkembang.
Dia memberikan contoh bahwa produksi dari satu daerah dapat diarahkan untuk memenuhi kebutuhan daerah lain, sehingga pelaku usaha tidak hanya bergantung pada pasar ekspor semata.
Enrico juga berpendapat bahwa perlu ada penguatan menyeluruh terhadap UMKM, mulai dari meningkatkan akses pembiayaan dan digitalisasi, hingga menghubungkan pelaku usaha kecil dengan korporasi yang lebih besar serta pasar internasional.
Dalam kesempatan yang sama, UOB juga menekankan pentingnya agenda transformasi ekonomi jangka panjang yang mencakup transisi energi dan keberlanjutan, ketahanan pangan, reformasi layanan kesehatan, hilirisasi industri, serta transformasi digital.
Dengan melaksanakan agenda reformasi ekonomi ini, diharapkan Indonesia tidak hanya dapat mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, tetapi juga menciptakan ekosistem yang lebih inklusif dan berkelanjutan bagi semua pelaku usaha.
Keberhasilan dalam implementasi agenda reformasi ini akan sangat bergantung pada komitmen semua pihak, baik pemerintah, sektor swasta, maupun masyarakat.
Diperlukan kolaborasi yang erat untuk memastikan bahwa setiap elemen dalam agenda reformasi dapat saling mendukung dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Melalui pendekatan yang terintegrasi, Indonesia dapat memanfaatkan semua potensi yang dimiliki dan bergerak menuju masa depan yang lebih cerah dan sejahtera.
Dengan langkah yang tepat, Indonesia memiliki peluang untuk tidak hanya mencapai pertumbuhan yang diinginkan, tetapi juga untuk menjadi salah satu kekuatan ekonomi utama di kawasan Asia Tenggara.
Oleh karena itu, sangat penting untuk mengedepankan agenda reformasi ekonomi yang komprehensif dan berkesinambungan, agar pertumbuhan yang dicapai tidak hanya bersifat jangka pendek tetapi juga berkelanjutan dalam jangka panjang.
Setiap agenda reformasi yang diusulkan harus dipandang sebagai bagian dari strategi holistik yang bertujuan untuk meningkatkan daya saing dan ketahanan ekonomi nasional dalam menghadapi berbagai tantangan global.
Dengan memahami dan menerapkan enam agenda reformasi yang telah disampaikan oleh Enrico, Indonesia diharapkan dapat mengejar ketertinggalan dan meraih potensi pertumbuhan yang maksimal.
Sebagai negara dengan sumber daya melimpah dan pasar yang besar, Indonesia memiliki semua yang diperlukan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif, asalkan semua pihak bersedia bekerja sama untuk mewujudkan visi tersebut.
➡️ Baca Juga: Mengenal Lebih Dekat Pertumbuhan UMKM di Indonesia
➡️ Baca Juga: Orang Minang Buka Rumah Makan Padang di Jepang




