Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pemberdayaan Perempuan Melalui Program Lokal yang Inovatif

Pemberdayaan perempuan bukan hanya sekadar jargon, melainkan sebuah langkah strategis untuk memperkuat basis keluarga dan masyarakat secara keseluruhan. Dalam konteks ini, PT Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk menghadirkan berbagai program inovatif yang berlandaskan potensi lokal. Inisiatif seperti PUANMAKARI di Integrated Terminal (IT) Makassar, Posyandu Aster di IT Pontianak, dan Mina Tenun di Avtur Fuel Terminal (AFT BIL) merupakan contoh nyata dari upaya pemberdayaan perempuan. Melalui program-program ini, perempuan didorong untuk lebih mandiri, produktif, dan aktif berkontribusi di lingkungan mereka.
Di Makassar, PUANMAKARI, yang merupakan singkatan dari Perempuan Mandiri Anak Percaya Diri, berfungsi sebagai pusat pemberdayaan dan perlindungan bagi perempuan dan anak-anak. Program ini menyediakan beragam kegiatan, mulai dari kelas parenting dan pendidikan anak, hingga kelompok belajar bagi perempuan dan pelatihan kewirausahaan. Selain itu, PUANMAKARI juga memberikan pendampingan hukum, menjangkau 57 anak, 18 perempuan, 14 warga kurang mampu, dan 11 lansia. Salah satu fokusnya adalah pengembangan usaha pengolahan hasil laut melalui program Dapur Perlawanan.
Sementara itu, di Pontianak, Posyandu Aster tidak hanya berperan sebagai pusat layanan kesehatan, tetapi juga sebagai wadah pemberdayaan masyarakat yang mencakup edukasi, lingkungan, dan kewirausahaan sosial. Melalui inisiatif CV Aster Kulina Prima, perempuan di sekitar posyandu diberikan kesempatan untuk meningkatkan pendapatan dengan omzet berkisar antara Rp2 hingga Rp3,5 juta per bulan. Pendapatan ini tidak hanya mendukung operasional posyandu, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi anggota masyarakat.
Ketua Posyandu Aster, Nurul Azizah Novihayati, menegaskan pentingnya memberikan ruang bagi perempuan untuk berkembang dan berpartisipasi aktif di dalam komunitas mereka. Ia percaya bahwa setiap perempuan berhak mendapatkan kesempatan untuk belajar dan berkontribusi.
“Perempuan seharusnya tidak hanya dipandang dari segi kesehatan, tetapi juga perlu diberi kesempatan untuk tumbuh, belajar, mengambil keputusan, dan berdaya. Perempuan yang memiliki kemampuan dan kepercayaan diri akan menjadi penggerak bagi keluarganya serta lingkungan sekitarnya,” ungkap Nurul.
Di Lombok Tengah, program Mina Tenun mengintegrasikan pemberdayaan perempuan penenun dengan upaya pelestarian budaya serta penggunaan energi bersih. Sejak diperkenalkan pada tahun 2022, program ini direncanakan untuk dikembangkan lebih lanjut hingga 2026 dengan memodifikasi Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) menjadi sumber energi yang mendukung sistem pompa dan penyediaan air bersih bagi masyarakat.
Kitty Andhora, VP Corporate Communication PT Pertamina Patra Niaga, mengungkapkan bahwa pemberdayaan perempuan merupakan aspek krusial dalam upaya perusahaan untuk menciptakan masyarakat yang mandiri dan resilient.
“Pertamina Patra Niaga meyakini bahwa perempuan memiliki kedudukan yang sangat penting sebagai penggerak dalam keluarga dan masyarakat. Oleh karena itu, pemberdayaan perempuan harus diwujudkan dengan menyediakan ruang untuk belajar, mengembangkan keterampilan, mengambil keputusan, dan membangun kemandirian ekonomi,” kata Kitty dalam keterangannya pada 27 September 2026.
Dengan berbagai inisiatif ini, PT Pertamina Patra Niaga tidak hanya berperan dalam industri energi, tetapi juga memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pemberdayaan perempuan. Program-program ini menciptakan dampak positif yang luas, bukan hanya bagi individu perempuan, tetapi juga bagi keluarga dan masyarakat secara keseluruhan.
Melalui pemberdayaan perempuan, PT Pertamina Patra Niaga berupaya membangun fondasi masyarakat yang lebih kuat dan berkelanjutan. Dengan mengedepankan potensi lokal dan melibatkan perempuan dalam proses pengambilan keputusan serta pengembangan ekonomi, perusahaan ini menunjukkan komitmennya terhadap keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat.
Kedepannya, diharapkan bahwa program-program serupa dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak perempuan di berbagai daerah. Pemberdayaan perempuan yang berkelanjutan bukan hanya memberikan manfaat langsung bagi mereka, tetapi juga berkontribusi pada kemajuan sosial dan ekonomi secara keseluruhan.
Inisiatif-inisiatif ini menjadi contoh betapa pentingnya peran perempuan dalam pembangunan, dan bagaimana perusahaan dapat berkontribusi dalam menciptakan peluang yang lebih baik bagi semua. Dengan langkah-langkah konkret ini, PT Pertamina Patra Niaga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung pemberdayaan perempuan demi masa depan yang lebih baik.
➡️ Baca Juga: Nasib 4 Pemain Timnas Indonesia di Eropa: Ole Romeny Terkena Kartu Merah, Justin Hubner Tetap Kunci Tim
➡️ Baca Juga: Timnas Indonesia U-20 Masuk Pot 3, Siap Hadapi Tantangan Berat di Piala Asia 2027




