Cerita Insiden Tewasnya Polisi Ditembak di Pondok Cabe, Kuasa Hukum: Tidak Mungkin Satu Orang Terlibat

Kepala Seksi Profesi dan Pengamanan (Kasipropam) Korpolairud Baharkam Polri telah memberikan penjelasan mengenai latar belakang insiden tragis yang mengakibatkan tewasnya seorang anggota polisi, Bharada Laurentius Valdo Fernandez Lewai, yang diduga ditembak oleh rekannya, Bharada Andika Rahmadani.
Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 04.40 WIB di area pemadam kebakaran Ditpoludara yang terletak di Pondok Cabe. Kehadiran mereka di lokasi tersebut menjadi sorotan, mengingat kejadian ini melibatkan dua orang yang seharusnya menjaga satu sama lain.
Dari laporan awal yang diterima, terungkap bahwa dugaan pembunuhan ini mungkin dipicu oleh masalah pribadi di antara kedua polisi tersebut. Andika dilaporkan sering merasa tertekan dan menjadi sasaran perundungan dari Valdo, yang membuatnya merasa tidak nyaman dalam lingkungan kerjanya.
Andika juga disebutkan telah mempersiapkan senjata tajam jenis golok sejak 12 Oktober 2026, mencerminkan ketakutan yang berlebihan terhadap situasi yang dialaminya. Tindakan ini menunjukkan bahwa ia merasa terancam dan tidak berdaya dalam menghadapi Valdo.
Pada dini hari Jumat, Andika membawa golok tersebut dari rumahnya menuju tempat tugas. Setibanya di markas, ia menyimpan tasnya di loker staf Pamperslog sebelum menuju pos penjagaan untuk mengambil senjata api yang seharusnya diamanatkan untuk kepentingan tugas.
Setelah berhasil mengambil senjata api, Andika melanjutkan perjalanannya ke ruang pemadam kebakaran, di mana Valdo sedang beristirahat. Situasi ini menjadi semakin pelik ketika Andika melakukan tindakan yang sangat fatal dengan menembakkan senjata api sebanyak empat kali ke arah tubuh Valdo.
Setelah Valdo terjatuh, Andika kembali menembak beberapa kali ke arah kepala korban. Tindakan ini menunjukkan niat yang jelas untuk menghabisi nyawa Valdo, yang seharusnya menjadi rekan dan sahabatnya.
Selanjutnya, Andika juga melakukan aksi brutal dengan menggorok leher Valdo menggunakan pisau yang dibawanya. Kejadian ini bukan hanya mengguncang institusi kepolisian, tetapi juga menimbulkan banyak pertanyaan tentang keselamatan dan kepercayaan antar rekan kerja dalam lingkungan kepolisian.
Usai melakukan tindakan kejam tersebut, Andika menyerahkan diri kepada Unit Provos Ditpoludara. Petugas yang berada di lokasi langsung mengamankan Andika dan meminta keterangan awal darinya untuk menyelidiki lebih lanjut insiden yang mengerikan ini.
Dalam menanggapi peristiwa ini, kuasa hukum dari Bharada Laurentius Valdo Fernandez Lewai, Petrus Bala Pattyona, mengemukakan keyakinan bahwa tindakan pembunuhan ini tidak mungkin dilakukan oleh satu orang saja. Pendapat ini disampaikan seiring dengan kompleksitas kasus yang semakin mengemuka.
Petrus mengungkapkan bahwa dugaan tersebut muncul berdasarkan banyaknya luka tembak dan luka akibat senjata tajam yang ditemukan pada tubuh korban. Hal ini membangkitkan pertanyaan serius tentang siapa atau apa yang sebenarnya terlibat dalam insiden ini.
Ia bahkan menyatakan bahwa informasi yang diterima menunjukkan bahwa pihak kepolisian telah mengamankan senjata api dan senjata tajam yang berhubungan dengan insiden tersebut, menandakan adanya penyelidikan yang lebih dalam yang diperlukan.
“Kami berharap agar kasus ini dibongkar secara transparan, agar publik mengetahui siapa pelakunya dan apa motivasinya. Ini adalah kasus pembunuhan yang direncanakan, dan kami mencurigai bahwa lebih dari satu orang terlibat,” ungkap Petrus saat memberikan keterangan kepada para wartawan.
Petrus juga menekankan bahwa banyaknya luka yang dialami oleh korban menimbulkan keraguan mengenai kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam insiden ini. Hal ini menunjukkan bahwa situasi di tempat kejadian lebih kompleks daripada yang terlihat.
“Tidak mungkin satu orang bisa menggunakan tiga senjata secara bersamaan,” tegasnya, menandaskan bahwa investigasi lebih lanjut sangat diperlukan untuk mengungkap fakta-fakta yang lebih jelas terkait insiden tewasnya polisi ini.
➡️ Baca Juga: Manfaatkan Waktu Pagi Sebelum Bekerja untuk Melakukan Hobi yang Menenangkan Jiwa
➡️ Baca Juga: Pengguna Pertamax Turbo Dapat Kesempatan Nonton Langsung Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026




