AS Usir Diplomat Iran dari PBB Desember Lalu karena Pertimbangan Keamanan Nasional

Amerika Serikat mengambil langkah drastis dengan mengusir Wakil Duta Besar Iran untuk PBB, Saadat Aghajani, pada bulan Desember lalu. Langkah ini dilakukan dengan pertimbangan keamanan nasional, sebagaimana dilaporkan oleh Axios pada awal April, mengutip beberapa sumber yang memiliki pengetahuan tentang situasi ini.
Aghajani menerima pemberitahuan resmi dari Departemen Luar Negeri AS pada awal Desember, yang memintanya untuk meninggalkan wilayah negara tersebut. Pengusiran ini menjadi perhatian serius, terutama mengingat statusnya sebagai diplomat di PBB yang seharusnya memiliki perlindungan diplomatik.
Proses pengusiran Aghajani mengikuti prosedur yang dikenal sebagai Section 13, yang merupakan mekanisme internal yang memungkinkan AS untuk mengatur kepergian diplomat tanpa menyatakan mereka sebagai persona non grata. Pendekatan ini biasanya digunakan ketika ada kekhawatiran terkait keamanan nasional atau aktivitas yang dianggap melanggar norma diplomatik, meskipun tidak ada tuduhan khusus yang diumumkan terhadap Aghajani.
Menurut seorang pejabat pemerintah AS, anak-anak Aghajani yang masih berada di New York juga diberikan instruksi untuk meninggalkan negara tersebut pada bulan Februari, tak lama setelah pengusiran dirinya. Hal ini menunjukkan bahwa langkah tersebut tidak hanya berpengaruh pada Aghajani, tetapi juga pada keluarganya.
Laporan juga menyebutkan bahwa setidaknya dua diplomat Iran lainnya telah diusir dalam dua bulan sebelum Aghajani pergi. Ini menunjukkan adanya peningkatan ketegangan antara AS dan Iran dalam konteks hubungan diplomatik mereka di PBB.
Pada bulan September sebelumnya, pihak berwenang AS memberlakukan pembatasan perjalanan bagi diplomat Iran, dengan radius hanya 25 mil (sekitar 40 kilometer) dari Manhattan. Setidaknya satu diplomat yang diusir diketahui melanggar batas tersebut beberapa kali, yang memperburuk situasi diplomatik yang sudah tegang.
Langkah-langkah yang diambil oleh AS tidak diumumkan secara resmi, dan ini menjadi salah satu dari sedikit pengusiran diplomat Iran di New York dalam jangka waktu enam bulan. Hal ini menunjukkan bahwa situasi diplomatik di wilayah tersebut semakin kompleks dan penuh dengan tantangan.
Pejabat Departemen Luar Negeri AS mengonfirmasi bahwa Nota Verbal telah disampaikan pada tanggal 4 Desember mengenai status personel tertentu dari Iran di PBB. Mereka menekankan bahwa demi privasi dan keamanan, rincian lebih lanjut tentang tindakan terhadap diplomat tersebut tidak dapat dipublikasikan.
Sumber tersebut juga menjelaskan bahwa keputusan untuk mengusir diplomat Iran diambil jauh sebelum munculnya gelombang protes besar di Iran, yang menandakan bahwa tindakan ini tidak terkait langsung dengan situasi dalam negeri Iran pada saat itu. Hal ini menambah dimensi baru dalam memahami hubungan antara AS dan Iran di arena internasional.
➡️ Baca Juga: Bupati Rejang Lebong Ditetapkan Sebagai Tersangka oleh KPK
➡️ Baca Juga: Cadangan Gas Inggris Terjun Bebas, Hanya Cukup untuk 1,5 Hari di Tengah Krisis Energi




