Rapat Prabowo dan TNI Fokus pada Rekrutmen Suku Dayak serta Penanganan Karhutla

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mengadakan rapat penting dengan Panglima TNI Jenderal Agus Subianto serta para Kepala Angkatan di Hambalang, Jawa Barat, pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Pertemuan ini berlangsung dari sore hingga malam, menciptakan kesempatan untuk mendiskusikan berbagai isu strategis.
Rapat ini berfokus pada sejumlah agenda, termasuk penyesuaian syarat rekrutmen bagi masyarakat suku Dayak yang tinggal di pedalaman dan ingin bergabung sebagai prajurit TNI, serta pembahasan mengenai penanganan bencana yang tengah dihadapi Indonesia saat ini.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo didampingi oleh beberapa menteri dan pejabat tinggi pemerintah. Antara lain hadir Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Momen rapat ini dibagikan oleh Teddy melalui akun Instagram Sekretariat Kabinet, di mana ia menjelaskan berbagai agenda yang menjadi titik perhatian Presiden Prabowo dalam diskusi dengan jajaran TNI.
Salah satu topik penting yang dibahas dalam rapat adalah keinginan masyarakat suku Dayak pedalaman untuk bergabung sebagai prajurit TNI.
Teddy menyampaikan bahwa Presiden Prabowo meminta informasi terbaru mengenai penyesuaian syarat rekrutmen yang relevan bagi masyarakat suku Dayak pedalaman yang memiliki niat untuk menjadi prajurit TNI.
Pembahasan mengenai penyesuaian syarat rekrutmen ini menjadi salah satu poin utama yang diangkat dalam pertemuan dengan Panglima TNI serta para Kepala Angkatan.
“Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo meminta perkembangan terkait beberapa hal, antara lain penyesuaian syarat rekrutmen bagi suku Dayak pedalaman yang ingin menjadi prajurit TNI,” ujar Teddy.
Isu ini merupakan salah satu dari berbagai masalah yang diangkat oleh Prabowo untuk mendapatkan informasi terbaru dari pihak terkait.
Selain fokus pada rekrutmen prajurit dari suku Dayak pedalaman, rapat ini juga membahas upaya penanganan bencana yang tengah terjadi di Indonesia.
Presiden Prabowo meminta laporan mengenai penanganan pascabencana, termasuk situasi terkini setelah terjadinya gempa bumi di Flores dan erupsi Gunung Merapi.
Menurut keterangan Teddy, masalah penanganan bencana ini juga menjadi perhatian signifikan dalam pertemuan antara Presiden dengan jajaran TNI.
“Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo meminta perkembangan mengenai beberapa hal, termasuk penyesuaian syarat rekrutmen suku Dayak pedalaman yang ingin menjadi prajurit TNI, serta penanganan bencana seperti pascagempa bumi di Flores dan erupsi Gunung Merapi,” kata Teddy.
➡️ Baca Juga: Lirik Lagu “Kupu-kupu Malam” Karya Titiek Puspa Tahun 1997
➡️ Baca Juga: Aktivis Lingkungan Desak Moratorium Sawit di Papua



