Teknologi Aperture Variabel pada Kamera iPhone 18 Pro Series: Inovasi Tercanggih 2023

Jakarta – Distributor resmi Apple di Indonesia, iBox, telah mengumumkan bahwa iPhone 18 Pro dan 18 Pro Max kini resmi hadir di pasar Indonesia. Peluncuran kedua perangkat ini berlangsung pada bulan September lalu, dan salah satu fitur yang menarik perhatian konsumen di tanah air adalah teknologi aperture variabel yang diusung oleh kamera iPhone 18 Pro series.
Dengan kehadiran teknologi ini, kemampuan pengambilan gambar dari ponsel ini setara dengan kamera DSLR atau mirrorless. Bedanya, iPhone 18 Pro memiliki lensa kamera utama beresolusi 48 MP yang dapat secara fisik mengubah ukuran bukaan diafragma. Jika di generasi sebelumnya bukaan lensa bersifat tetap, kini iPhone 18 Pro menggunakan enam bilah mekanis yang dibentuk melalui proses pemotongan laser. Dengan adanya rotor mini, bilah-bilah ini dapat memperbesar atau memperkecil lubang masuk cahaya secara nyata, mirip dengan mekanisme yang terdapat pada kamera DSLR atau mirrorless.
Terdapat menu Pro Controls yang menawarkan empat tingkat bukaan lensa (f-stop) yang dapat disesuaikan, baik secara otomatis maupun manual. Pada bukaan terbesar, yaitu f/1.48, lensa dapat membuka lebar sehingga mampu menangkap hingga 50 persen lebih banyak cahaya. Bukaan ini menjadikan kamera sangat ideal untuk pemotretan di kondisi minim cahaya, menghasilkan sedikit noise, serta menciptakan efek blur latar belakang (bokeh) yang sangat halus dan estetik.
Pada bukaan menengah, yaitu f/1.8 dan f/2.8, kamera ini sangat baik untuk penggunaan sehari-hari atau saat berada di ruangan dengan pencahayaan yang normal. Sementara itu, pada bukaan terkecil, f/4.0, lubang lensa menyempit, sehingga efek bokeh menjadi hilang. Namun, area fokus menjadi sangat luas, menjadikannya cocok untuk memotret pemandangan (landscape) atau foto grup di mana semua objek dari depan hingga belakang tampak tajam dan jelas.
Keberadaan teknologi aperture variabel ini sangat relevan dengan kebutuhan dan perilaku unik pengguna gadget di Indonesia, yang sangat aktif di platform visual seperti Instagram Reels dan TikTok. Sebelumnya, efek bokeh yang dihasilkan pada Portrait Mode atau Cinematic Mode sering kali mengandalkan rekayasa perangkat lunak (AI) yang terkadang tidak memberikan hasil yang rapi. Dengan adanya teknologi aperture variabel ini, pengguna kini dapat menghasilkan foto dan video dengan efek bokeh optik yang alami dan instan, mirip dengan hasil kamera sinematik profesional yang lebih mahal.
➡️ Baca Juga: Indonesia Memperkuat Peran Board of Peace sebagai Jalur Diplomasi untuk Pengakuan Palestina
➡️ Baca Juga: Kerugian Rp12,5 Triliun Akibat Serangan Iran Terhadap Aset AS di Timur Tengah




