Timnas Indonesia Juara Sementara Gianni Infantino Dihadapkan pada Tiga Kasus Kontroversial

Presiden FIFA, Gianni Infantino, kini tengah menghadapi berbagai tantangan setelah Federasi Sepak Bola Norwegia (NFF) mengajukan dua laporan resmi yang meminta penyelidikan terhadap tiga isu penting terkait manajemen organisasi sepak bola global tersebut.
Laporan-laporan ini disampaikan kepada Komite Etik FIFA dan Komite Audit, Tata Kelola, dan Kepatuhan (GACC). NFF meminta agar kedua lembaga tersebut menyelidiki proses pengambilan keputusan serta mekanisme pengawasan yang diterapkan dalam tiga masalah yang melibatkan FIFA.
Tindakan ini dilakukan tidak lama setelah Infantino menyelesaikan kunjungannya ke Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, ia bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Jakarta pada Senin, 5 Oktober 2026, bersamaan dengan final FIFA ASEAN Cup 2026.
Presiden NFF, Lise Klaveness, menekankan bahwa laporan ini tidak bermaksud untuk langsung menyalahkan Infantino. Ia menegaskan pentingnya adanya pemeriksaan fakta secara independen oleh pihak berwenang untuk memastikan bahwa semua aturan FIFA diterapkan dengan benar.
“Tujuan dari pengajuan laporan ini sangat jelas: untuk menemukan fakta dalam kasus-kasus yang ada dan memastikan bahwa akuntabilitas dijalankan sesuai dengan ketentuan FIFA,” ujar Klaveness.
Ada tiga isu utama yang menjadi perhatian NFF dalam laporan tersebut. Pertama, berkaitan dengan penghargaan FIFA Peace Prize yang diberikan kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
NFF menggarisbawahi pentingnya pengungkapan proses pemberian penghargaan tersebut, termasuk peran FIFA Council dan kesesuaian tindakan ini dengan prinsip netralitas politik yang dijunjung tinggi oleh FIFA.
Isu kedua berkaitan dengan penanganan disipliner terhadap penyerang Timnas Amerika Serikat, Folarin Balogun, pada Piala Dunia 2026.
NFF meminta FIFA untuk memberikan kejelasan mengenai proses tersebut, termasuk laporan yang menunjukkan adanya kemungkinan pengaruh politik dalam penyelesaian kasus disipliner tersebut.
Sementara itu, isu ketiga menyangkut FIFA Forward Enterprise (FFE), sebuah inisiatif yang berkaitan dengan restrukturisasi hak komersial FIFA serta pendanaan pengembangan sepak bola.
NFF mempertanyakan bagaimana proyek ini dapat berkembang tanpa adanya keterlibatan yang jelas dari FIFA Council. Mereka juga meminta penjelasan mengenai komunikasi antara pimpinan FIFA dan calon investor.
NFF meminta agar Komite Etik FIFA menilai apakah tindakan Infantino dan pihak-pihak lain yang terlibat dapat dianggap melanggar Kode Etik FIFA.
Di sisi lain, GACC diminta untuk mengevaluasi sistem pengawasan, kontrol internal, serta proses pengambilan keputusan yang diterapkan di dalam FIFA.
➡️ Baca Juga: 1.900 Kapal Tertahan di Selat Hormuz Akibat Konflik Amerika Serikat dan Iran
➡️ Baca Juga: IHSG Melemah Sejak Pembukaan, Turun ke Level 6.392 dalam 14 Menit Perdagangan



