Universitas Indonesia Memfasilitasi Petani Muda Sukoharjo dengan Model Pertanian Permakultur

Universitas Indonesia (UI) baru-baru ini melaksanakan program pengabdian masyarakat yang berfokus pada pengembangan kapasitas petani muda melalui pelatihan pertanian permakultur. Lahan percontohan untuk kegiatan ini diresmikan oleh Basuki Rahmat, yang menjabat sebagai Kepala Desa Tepisari.
Kegiatan ini ditujukan untuk pemuda yang berada di Dukuh Bener, Desa Tepisari, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Tujuan utamanya adalah mengubah lahan tidur menjadi kebun abadi yang produktif dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi.
Pelatihan yang berlangsung dari tanggal 8 hingga 12 Oktober 2026 ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan pemuda dalam praktik pertanian permakultur.
Inisiatif ini dipimpin oleh Dwi Rahmawanto, M.Hum., dengan dukungan dari tim yang terdiri dari Dr. Atin Fitriana, Novika Stri Wrihatni, M.Hum., Ahaditta Maulidya, M. Devin Pekih, dan Yusuf A. Fahreza.
Ketua tim pengabdian masyarakat menyatakan bahwa diharapkan melalui pelatihan ini, petani muda dapat meningkatkan kapasitas mereka. Dengan demikian, mereka mampu memaksimalkan produksi pertanian dan menghasilkan komoditas yang memiliki nilai jual yang tinggi.
Program ini juga bertujuan untuk mendorong kemandirian pangan serta memperkuat ekonomi masyarakat setempat, yang merupakan aspek penting dalam pembangunan berkelanjutan.
Pelatihan dirancang dengan pendekatan partisipatif yang menggabungkan teori dengan praktik langsung di lapangan. Para peserta diajarkan berbagai teknik pertanian permakultur, mulai dari pembuatan kompos, pemilihan jenis tanaman yang tepat, hingga pengelolaan air dan pupuk.
Selain itu, mereka juga memperoleh informasi tentang strategi pemasaran produk pertanian, sehingga hasil yang diperoleh dapat bersaing di pasar. Antusiasme para peserta sangat terlihat selama sesi berlangsung, terlihat dari keaktifan mereka dalam bertanya dan melakukan praktik langsung di lahan percobaan.
“Saya merasa kegiatan ini memberikan pengalaman berharga bagi kami sebagai calon petani muda untuk mengembangkan potensi desa kami dalam bidang pertanian dengan model yang berbeda,” ungkap Anik, salah satu peserta pelatihan, pada hari Senin (12/10/2026).
Pelatihan pertanian permakultur bagi petani muda sangat penting, mengingat banyaknya lahan tidur yang tidak dikelola dengan baik. Dengan pemanfaatan yang optimal, lahan-lahan tersebut dapat memberikan potensi besar.
Melalui pendekatan permakultur, petani tidak hanya didorong untuk bercocok tanam, tetapi juga diajak untuk memahami pentingnya keseimbangan ekosistem dan keberlanjutan lingkungan. Hal ini sejalan dengan upaya nasional dalam meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat pedesaan.
➡️ Baca Juga: Teknik Servis Badminton Presisi untuk Meningkatkan Konsistensi Permainan Anda
➡️ Baca Juga: Demian Aditya Ungkap Perannya dalam Karier Sara Wijayanto Sebelum Gugatan Cerai




