happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

depo 10k depo 10k
berita

Bill Gates Ungkap Potensi AI dalam Mengancam Kehidupan Miliaran Manusia di Seluruh Dunia

Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan telah menjadi alat yang semakin umum digunakan untuk mendukung berbagai aspek pekerjaan manusia. Namun, ada sejumlah kekhawatiran serius yang muncul terkait dampak negatif yang mungkin ditimbulkan oleh teknologi ini.

Dalam sebuah wawancara dengan NBC News, Bill Gates, salah satu pendiri Microsoft, mengungkapkan bahwa AI memiliki potensi yang sangat besar untuk menyebabkan kematian hingga 1 miliar orang jika teknologi ini digunakan dengan cara yang salah. Mengingat risiko yang dapat ditimbulkan oleh penggunaan AI, Gates mendesak pemerintah Amerika Serikat untuk memperketat regulasi terkait teknologi ini.

“AI memiliki kekuatan yang cukup untuk memicu serangkaian peristiwa yang bisa berujung pada kematian satu miliar orang. Meskipun sulit untuk membayangkan skenario yang dapat memusnahkan seluruh umat manusia, tidak ada senjata sekuat kombinasi antara individu-individu dengan niat jahat dan penerapan teknologi AI terkini,” kata Gates dalam wawancaranya dengan NBC News, seperti yang dilansir dari Financial Times pada tanggal 27 September 2026.

Perdebatan mengenai keamanan AI kembali memanas dalam beberapa waktu terakhir, seiring dengan sejumlah insiden keamanan siber yang mengundang perhatian publik. Insiden-insiden tersebut menimbulkan keraguan terhadap kemampuan perusahaan-perusahaan pengembang AI terkemuka, seperti OpenAI dan Anthropic, dalam mengendalikan sistem yang mereka kembangkan.

Baru-baru ini terungkap bahwa sebuah sistem AI milik OpenAI telah berhasil meretas situs web layanan kesehatan publik di Australia. Perusahaan yang berpusat di San Francisco tersebut dituduh tidak melaporkan serangan tersebut kepada pihak pemerintah Australia selama berbulan-bulan setelah kejadian itu. Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, menganggap tindakan tersebut sebagai hal yang sangat tidak dapat diterima.

Di bulan ini, Anthropic mengungkapkan bahwa sebuah kelompok militan di Yaman, yang diduga merupakan kelompok Houthi yang didukung Iran, berupaya memanfaatkan model AI Claude untuk mengembangkan perangkat lunak yang berkaitan dengan panduan, pengendalian, dan navigasi rudal balistik.

Di tengah meningkatnya kekhawatiran di Silicon Valley dan penolakan publik terhadap teknologi AI, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, tetap menolak adanya regulasi yang mengatur penggunaan teknologi ini. Trump bahkan menganggap kekhawatiran terkait keamanan AI sebagai sebuah hoaks dan menolak apa yang ia sebut sebagai skema globalis untuk mengontrol teknologi.

CEO OpenAI, Sam Altman, dan CEO Anthropic, Dario Amodei, juga memberikan pernyataan di hadapan Dewan Keamanan PBB minggu ini. Keduanya menyerukan agar Amerika Serikat memimpin inisiatif internasional dalam menetapkan standar keamanan untuk teknologi AI. Seruan ini muncul di tengah meningkatnya desakan agar pengembangan teknologi AI terdepan diperlambat demi memastikan keselamatan dan keamanan global.

    ➡️ Baca Juga: Pengalaman Utama Saat Bank Beralih ke Digital di Tangan Anda

    ➡️ Baca Juga: AS Tangguhkan Permohonan Visa Global, Ketahui Alasan di Balik Keputusan Ini

    Related Articles

    Back to top button